Seperti yang kalian semua ketahui, kalau aku tadinya mau liburan ke Eropa bulan April 2020 lalu. Aku juga sudah memegang visa Schengen lewat VFS di Kedutaan Swiss. Aku juga sudah merancang dan menyusun semua jadwal perjalanan dengan sangat detail. Aku sudah beli tiket kereta dan bus selama di Eropa, book penginapan selama disana juga, tempat wisata atau restoran yang mau dikunjungi juga sudah aku tulis dan susun dengan rapi. Tapi sayangnya semua rencana yang sudah aku susun itu batal semua.

Untungnya semua yang sudah aku bayar itu semuanya bisa di refund atau reschedule atau ditukar dengan voucher. Nah disini aku bakal sharing bagaimana aku bisa refund atau reschedule atau menukarnya dengan voucher.

1. Tiket Pesawat

Pesawat Thai Airways dari Zurich ke Bangkok

Untuk kedua kalinya aku beli tiket ke Eropa itu pake Thai Airways. Karena pas lagi dapat tiket murah dan memang berdasarkan pengalamanku lumayan ok naik Thai Airways ke Eropa. Jadi waktu itu aku memang dapat tiket murah PP dari Jakarta ke Eropa (tepatnya Zurich, Swiss) naik Thai Airways cuma 5jtan aja. Dulu waktu tahun 2017, PP dari Jakarta ke Eropa, Jakarta – Paris & Zurich – Jakarta, cuma 6jt. Eh tahun 2019 kemarin harga tiketnya lagi gila banget murahnya, cuma 5jt doang. Tanpa pikir panjang aku sama teman-teman langsung book tiket murah itu dong.

Sampai akhirnya COVID-19 menyerang, kami semua tadinya tetap berpendirian teguh ingin pergi. Eh tapi ternyata malah semakin lama semakin parah, dan Eropa juga waktu itu baru saja meledak tingkat penyebaran COVID-19 nya. Penerbangan semua dicancel atau direschedule, karena negara-negara di Eropa juga mulai menutup diri mereka alias lockdown. Jadi waktu itu hampir setiap hari kami saling memberikan update berita situasi COVID-19 di Eropa. Kalau Swiss lockdown juga, otomatis tiket pesawat kami harus di refund atau reschedule.

Ketika Swiss sudah resmi lockdown, kami pun langsung menelepon Thai Airways untuk reschedule. Kami tidak memilih pilihan refund karena tau mungkin refund nya tidak full, atau bakalan lebih ribet kalau urus refund. Akhirnya kami pun reschedule jadi bulan Oct 2020 karena saat itu pilihan untuk free reschedule nya hanya sampai Des 2020.

Kami juga tau dari awal sebenarnya tidak mungkin bulan Oct itu keadaan sudah kembali normal. Hanya menunggu waktu sampai nanti tiketnya bisa di reschedule lagi. Ternyata benar saja, situasi belum kembali normal dan Thai Airways juga menyatakan bangkrut. Info terakhir yang saya dapatkan ialah tiketnya jadi open date valid until Des 2021.

2. Penginapan

Waktu itu rute kami di Eropa ialah seperti ini: Swiss (Zurich) – Austria (Salzburg) – Czech Republic (Prague) – Germany (Nuremberg) – Swiss (Zurich). Di masing-masing negara itu kami hanya stay di satu kota saja, karena hanya punya waktu sekitar 2-3 hari untuk di setiap negaranya. Kami pun sudah book penginapan dari jauh-jauh hari.

Di Zurich kami book airbnb di pusat kota Zurich untuk 2 malam sebesar Rp966.000/orang. Di Salzburg kami book hotel untuk 2 malam sebesar Rp798.000/orang. Di Prague kami book airbnb untuk 2 malam sebesar Rp604.000/orang. Di Nuremberg kami book hotel untuk 2 malam sebesar Rp297.000/orang.

Semua penginapan sudah dibayar lunas oleh kami. Untuk masalah refund, hanya airbnb di Zurich saja yang mempunyai aturan flexible. Jadi bisa full refund beberapa hari sebelum hari kedatangan. Sisanya itu strict, jadi harusnya tidak bisa di refund lagi. Nah tapi karena COVID-19 ini special case, jadinya semua bisa di refund. Malah untuk yang airbnb kami ada untung sedikit karena perbedaan kurs.

Kalau airbnb yang di Prague agak berbeda saat mengajukan refund nya. Jadi airbnb canggih banget, begitu aku login ke akun airbnb aku, langsung muncul notifikasi kalau aku berhak mengajukan full refund untuk airbnb di Prague karena ada kasus COVID-19. Lalu tinggal klik setuju, terus langsung di refund.

Kalau hotel yang di Salzburg dan Nuremberg, karena kami book lewat Traveloka jadi kami harus mengajukan refund ke Traveloka nya. Waktu itu peraturan dari Traveloka adalah kami harus mengajukan refund H-14 sebelum kedatangan. Untungnya kalau untuk refund hotel, Traveloka lumayan cepat respons dan refund nya.

3. Transportasi Antar Negara (Bus dan Kereta)

High Speed Train TGV France

Untuk masalah rute, saya yang dari awal otak-atik rute nya disesuaikan dengan akses transportasi yang murah, mudah, waktu yang tidak terlalu lama, dan nyaman. Awalnya saat sudah beli tiket pesawat ke Eropa, kami mau lebih menjelajah Eropa Timur seperti Hungary, Poland, dll.

Nah tapi karena kami itu dari Zurich, agak mahal kalau mau ke Hungary karena jaraknya juga yang jauh. Kalau naik kereta juga lama banget perjalanannya. Kami prefer yang tidak terlalu lama di perjalanan agar bisa lebih lama jalan-jalan di kota nya. Kami juga prefer yang tidak terlalu mahal untuk urusan transportasi, tapi tetap nyaman.

Berikut rincian transportasi antar negara versi kami:

Zurich ke Salzburg naik kereta RailJet harganya 29.9 EUR/orang (~Rp519.400) dengan durasi 5 jam 23 menit dan ada 1x transit.
Salzburg ke Prague naik kereta RailJet harganya 24.9 EUR/orang (~Rp425.600) dengan durasi 5 jam 44 menit dan ada 1x transit.
Prague ke Nuremberg naik bus FlixBus harganya 14.9 EUR/orang (~Rp268.700) dengan durasi 3 jam 40 menit.
Nuremberg ke Zurich naik bus malam FlixBus harganya 21.99 EUR/orang (Rp353.800) dengan durasi 5 jam 45 menit.

Untuk tiket kereta RailJet kami belinya di Trainline.com, tapi kalau tiket bus FlixBus kami beli langsung di website nya. Tiket bus sih dalam keadaan normal juga memang bisa ditukar dengan voucher gitu, valid sampai akhir tahun 2020 ini. Tapi sebenarnya percuma juga karena kami ga mungkin pakai voucher nya itu untuk tahun ini, jadi anggep aja angus.

Nah kalau tiket kereta RailJet, awalnya kami hubungi Trainline.com lewat form gitu di website nya, tapi lama banget ga ada kabar. Sampai akhirnya dikabarin katanya harus langsung telp ke Trainline nya untuk proses refund. Harus telp, ga bisa cuma isi form ternyata.

Akhirnya kami pun membeli credit untuk Skype, agar bisa telp ke Trainline.com untuk proses refund nya. Ternyata tidak bisa refund cash, cuma bisa dalam bentuk voucher. Tapi voucher nya ini valid sampai 10 tahun lagi, jadi sampai 2030. Dalam jangka waktu 10 tahun sih, kami pasti pergi ke Eropa lagi jadi ga mubazir seperti tiket bus.

4. Visa

Visa Schengen Jeane

Ya kami sudah membuat visa Schengen untuk trip ke Eropa kemarin. Bisa dibaca disini untuk pengalaman membuat visa Schengen nya. Jadi memang semuanya sudah selesai diurus dari Indonesia. Tinggal berangkat saja. Namun mau bagaimana lagi, kondisi memang tidak memungkinkan.

Waktu itu kami membayar Rp1.240.000 untuk visa. Ini adalah harga lama, karena kami apply di bulan Januari 2020. Sementara per Februari 2020 harga visa Schengen sudah naik jadi 80 Euro (Rp1.270.000), ditambah biaya jasa VFS juga naik jadi Rp271.000. Jadi total biaya visa Schengen saat ini ialah Rp1.541.000.

Setelah aku reschedule penerbangan saya ke Swiss, aku juga telp ke Kedutaan Swiss untuk menanyakan mengenai visa. Apakah bisa di reschedule juga atau tidak. Mereka mengatakan kalau visa bisa di apply ulang secara gratis, tapi untuk biaya jasa VFS nya tetap diberlakukan. Dengan syarat memang sudah mempunyai visa Schengen namun tidak digunakan karena COVID-19 ini. Jadi nanti ketika kami sudah tau jadwal kapan akan pergi ke Eropa, kami harus apply ulang di VFS dan hanya membayar biaya jasa VFS sebesar Rp271.000.

5. Travel Insurance

Visa Schengen mewajibkan kita yang mau ke Eropa memiliki travel insurance atau asuransi perjalanan. Waktu itu kami membeli asuransi Simasnet yang Schengen Basic harganya Rp137.500 untuk 11 hari. Tapi karena Traveloka kebetulan lagi promo, jadinya kami beli asuransi Simasnet Schengen Basic nya di harga Rp55.000/orang untuk 11 hari.

Aku pun tanya ke Traveloka, apakah bisa travel insurance di reschedule karena COVID-19 ini? Mereka mengatakan aku harus langsung tanya Simasnet nya. Akhirnya aku pun tanya langsung ke Simasnet, dan ternyata bisa. Dengan catatan harus melampirkan tiket pesawat yang baru. Karena waktu itu aku sudah mendapat tiket pesawat yang baru dari Thai Airways untuk penerbangan di bulan Oct 2020, aku pun melampirkan itu ke Simasnet.

Kalau durasi perjalanan yang lama dan yang baru itu sama, tidak dikenakan biaya apapun lagi. Kalau durasi perjalanannya lebih banyak dari sebelumnya, akan dikenakan biaya tambahan lagi. Nah aku dan salah satu temanku memilih untuk sama jadinya tidak ada biaya tambahan lagi. Sedangkan teman-temanku yang lain durasi nya lebih panjang, jadinya dikenakan biaya tambahan.

Kami pun akhirnya tidak jadi berangkat di bulan Oct, padahal untuk asuransinya sendiri sudah diganti ke bulan Oct. Tapi untungnya aku tanya ke Simasnet lagi, asuransinya ini bisa open date / reschedule sampai Des 2021 juga.

6. Tiket Wisata

Awalnya kami tidak ada rencana untuk beli tiket wisata karena pikir bakal jalan-jalan di sekitar kotanya saja. Eh ternyata waktu itu kebetulan Klook lagi promo besar-besaran, salah satunya ada Day Trip ke Mt. Titlis dari Zurich yang harga normalnya 2.6jtan/orang cuma jadi 885rb/orang.

Day Trip ini sudah termasuk transportasi dari Zurich ke Mt.Titlis dan sebaliknya, kereta gantung ke Mt. Titlis, tour guide, dan akses masuk ke wahana/atraksi tertentu: Ice Flyer, Cliff Walk, Glacier Cave, dan Glacier Park. Sama ada tour singkat juga di Luzern. Murah banget kan cuma 885rb/orang udah mendapat semua hal ini 😀

Sayang seribu sayang, harga promo ke Mt. Titlis semurah ini pun harus kami cancel. Kebetulan untuk tour ini ketentuannya memang bisa gratis untuk pembatalannya dalam jangka waktu max 24 jam sebelum hari H. Jadi kami bisa dengan mudah refund tour ini.

Itulah semua hal yang sudah kami keluarkan biayanya sebelum berangkat ke Eropa. Untungnya semuanya bisa di refund atau di reschedule atau ditukar dengan voucher. Hanya tiket bus saja yang mungkin akan hangus. Lumayan perjuangan juga dalam mengurus refund ini semua, terutama bagian tiket pesawat. Karena Thai Airways itu susah dihubungin, sampai pulsa aku habis terus untuk menelepon Thai Airways, Traveloka dll.

Liburan bisa di reschedule, rencana bisa diatur ulang, jadi jangan mengeluh karena COVID-19 ini. Kesehatan jauh lebih penting dari ini semua. Tetap di rumah aja, sebisa mungkin jangan kemana-mana jika tidak diperlukan 😉

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here