Sudah lama aku tidak menulis blog lagi. Sejak COVID-19 mulai terdeteksi ada di Indonesia pada awal Maret 2020, rasanya semua impian aku hancur begitu saja. Aku bekerja full time di sebuah perusahaan travel dan part time sebagai seorang travel blogger. Aku sangat mencintai dunia travel. Aku punya harapan besar di bidang travel industry ini. Aku punya passion di dunia travel. Tapi karena pandemi COVID-19 ini travel dan flight industry itu yang paling hancur, mati suri, karena semua orang ga boleh dan ga bisa kemana-mana. Hampir semua negara ditutup atau lockdown. Tidak ada yang bisa keluar masuk. Bukan cuma negara saja, tapi per kota atau daerah juga.

Semua orang tidak menyangka efek dari pandemi ini begitu kuat. Hampir dari kita semua terkena dampak dari pandemi ini. Banyak perusahaan yang mem-PHK karyawannya atau gaji dipotong karena saking sepi nya penjualan. Banyak juga yang biar bisa bertahan jadi pivot bisnis mereka ke ranah lain yang memang lagi dibutuhkan saat ini. Bahkan perusahaan-perusahaan besar saja melakukan hal itu juga agar bisa bertahan. Ini bukan hanya di dunia travel. Tapi sayangnya dunia travel memang yang paling mati suri. Kita semua memikirkan cara bagaimana bisa bertahan hidup.

Rencana aku ke Eropa pun yang harusnya aku pergi bulan April 2020 kemarin jadinya di reschedule entah sampai kapan. Tadinya reschedule jadi bulan October 2020, tapi kondisi masih tidak memungkinkan dan lagian aku juga naik Thai Airways yang dimana mereka juga statusnya masih bangkrut saat ini. Tapi aku yakin Thai Airways tidak benar-benar bangkrut, suatu saat nanti aku pasti bisa pergi ke Eropa dengan Thai Airways dengan memakai tiket yang sudah aku beli itu. Sampai saat ini sih katanya tiket nya itu valid sampai akhir Desember 2021.

Aku yakin hampir semua dari kita sudah punya rencana untuk 2020 ini. Entah itu jalan-jalan, atau menikah, atau ngapain, yang ujung-ujung nya semua itu harus di reschedule atau di cancel. Ya kalau aku sih ambil aja positifnya, kalau ga jalan-jalan berarti emang harus nabung. Untungnya semua pengeluaran yang udah aku keluarin untuk jalan-jalan ke Eropa kemarin bisa di reschedule atau di refund. Kecuali tiket bus itu cuma berlaku sampai akhir Desember 2020 ini, yang artinya aku ga mungkin pake juga tiket bus nya itu.

Pada awalnya aku sedih banget, ga terima sama kondisi ini, marah juga, kenapa ini semua harus terjadi, kenapa di tahun 2020 ini kok sial banget. Ditambah aku juga mengalami beberapa kejadian buruk di saat awal-awal pandemi ini. Disini aku ga bisa cerita kejadian buruk apa aja, yang pasti butuh waktu sekitar 1 bulan untuk bisa mencerna dan menerima semua kejadian yang aku alami ini.

Bisnis kedua orangtua ku juga menurun. Mereka jualan kue kering gitu di pasar, dan waktu itu karena semua orang dirumah aja jadinya beli apa-apa ya serba online. Di pasar juga sepi, ga seperti biasanya. Awalnya aku mau bantu mereka buka toko online, biar mereka juga di rumah aja, ga usah kemana-mana karena resiko juga harus ke pasar setiap hari. Eh tapi malah akhirnya aku yang jualan kue kering online, mereka tetap berjualan offline. Aku buka di Tokopedia, Shopee, Go-Food, dan sekarang Lazada juga. Karena hasil penjualannya lumayan, aku semakin lama malah semakin semangat jualan online nya. Dan akhirnya bisa move on dari situasi buruk yang aku alami.

Ya emang bener sih kalau mau bertahan di situasi sulit harus pikirin caranya, ga bisa cuma ngeluh doang. Kalau cuma ngeluh yang ada malah semakin banyak kejadian negatif atau buruk yang muncul. Aku tau dari awal kalau aku ga boleh ngeluh atau sedih terus-terusan, tapi cuma butuh waktu aja. Kalau aku waktu itu butuh waktu 1 bulan sih sampai akhirnya mencoba untuk usaha sendiri jualan kue kering online.

Setelah beberapa bulan juga aku ditawari pekerjaan full time di sebuah perusahaan yang bidangnya bisa bertahan dan malah maju di saat pandemi seperti ini. Ya karena pikiran aku juga sudah kembali positif jadi kejadian baik juga muncul aja gitu. So, be careful of your mind guys ๐Ÿ™‚ Kalau mau ada kejadian baik, harus produce pikiran yang baik juga. Kalau pikiranmu buruk, a whole universe akan menciptakan kejadian buruk juga yang akan menimpa kamu. Pernah denger “law of attraction” kah? Ya semacam itu, hukum saling tarik menarik.

Industri travel itu bakal yang paling lama recover nya, mungkin bisa sekitar 2 tahun lagi alias tahun 2022. Jadi aku pun sudah mengubur impianku di dunia travel dan memulai impian baru di bidang lain. Kalau COVID-19 ini tidak ada, aku mungkin tidak akan mencoba hal baru. Kalau aku mengambil sisi positif nya, aku jadinya bisa belajar banyak banget hal baru, karena kerjaan full time dan part time ku sekarang ini di bidang yang berbeda dari sebelumnya.

Situasi sulit seperti ini menyadarkan aku tentang banyak hal: pentingnya memiliki spiritual atau kepercayaan, apa value dalam hidup kita, tujuan hidup, reset lagi apa yang sebenarnya kita mau dan butuhkan dalam hidup, sifat dasar manusia untuk bisa bertahan, dan masih banyak lagi. Segala sesuatu bisa berubah dengan sangat cepat dan tidak terduga, dan ini adalah hukum alam. Jangan menyalahkan COVID-19 karena ini adalah ketidakkekalan yang memang merupakan hukum alam. Kita hanya perlu menyadari bahwa COVID-19 juga akan berlalu cepat ataupun lambat.

Aku juga menyadari bahwa semua kejadian buruk yang aku alami waktu itu tidak sebanding dengan mereka yang terjangkit virus Corona, bahkan yang telah kehilangan nyawa keluarga atau orang kesayangan mereka karena Corona ini. Begitu banyak yang sudah kehilangan nyawa. Begitu banyak yang sudah mempertaruhkan nyawanya juga untuk memerangi COVID-19 ini.

Jadi tidak seharusnya aku mengeluh atau sedih karena kondisi yang aku alami, dan begitupula dengan kamu yang membaca ini. Selalu tetap bersyukur dengan kondisi saat ini, dan harus jaga kesehatan. Walaupun saat ini sudah new normal, tapi selama vaksin atau obatnya belum ditemukan lebih baik di rumah aja dulu, jangan kemana-mana kalau memang tidak terlalu penting.

3 COMMENTS

  1. Akhirnya update blog!! thankyou for sharing ci.
    setuju banget sama yang cici jabarin di sini. semangat buat kita semua!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here