Ini adalah pertama kalinya saya naik pesawat Thai Airways. Ini juga pertama kalinya saya terbang ke benua lain, yang perjalanannya itu sangat jauh dan lama, yaitu sekitar 17-18 jam termasuk transit di Bangkok. Dan ini juga pertama kalinya saya menjadi “Tour Leader” untuk keluarga saya (orang tua, tante, dan sepupu). Saya yang mengatur semuanya untuk perjalanan ke Eropa ini.

Pada awal saat saya beli tiket pesawat Thai Airways, saya senang sekali bisa mendapat tiket murah PP Jakarta-Paris, Zurich-Jakarta yaitu seharga Rp6.290.000. Apalagi saya dengar dari beberapa teman yang sudah pernah naik Thai Airways, semuanya bilang Thai Airways sih enak dan nyaman. Tapi, pengalaman saya sedikit berbeda dengan yang lain. Saya kecewa sekali karena penerbangan yang dari Bangkok ke Paris harus delay 8 jam.

Tanggal 25 September 2017, saya dan keluarga terbang dari Jakarta menuju Bangkok. Setelah sampai Bangkok, kami harus pindah pesawat lagi ke pesawat yang tujuannya ke Paris. Waktu itu kami sampai di Bangkok sekitar pk23.30, padahal harusnya kami dijadwalkan sampai di Bangkok nya pk22.25. Ini berarti pesawat dari Jakarta ke Bangkok delay 1 jam. Itu keganjalan pertama yang saya rasakan.

Lalu, begitu keluar dari pesawat, saya cek billboard mengenai jadwal keberangkatan pesawat nya. Disana tertulis, pesawat kami yang tujuannya ke Paris itu, LAST CALL. Ini artinya, kami harus segera sampai di Boarding Gate nya, kalau tidak bisa ketinggalan pesawat. Jadwal keberangkatan dari Bangkok ke Paris itu awalnya memang pk12.05am. Itu artinya, kami hanya punya waktu sekitar 20-30 menit untuk sampai di Boarding Gate nya.

Saya pikir dalam hati, “Ini gila juga ya. Masa waktu transfer nya cuma 20-30 menit doang. Aduh, mana saya bawa keluarga juga. Mereka ga bisa lari cepet-cepet, karena kakinya sudah lemah.” Karena panik, saya segera mengikuti arah petunjuk untuk Transfer Pesawat gitu. Ternyata di Suvarnabhumi Airport, ada 2 gate untuk transfer: East dan West. Karena sudah tidak bisa berpikir dengan jernih, saya waktu itu salah arah. Harusnya saya yang ke West, waktu itu saya malah ke East 😛 Saya lari-larian, kok ini ga sampe-sampe ke gate pesawat kami ya? Jauhhhh banget. Saya lari di Airport sampe keringetan, ngos-ngosan, terus banyak orang yang liatin. Bahkan ada Biksu Thailand pun ikut ngeliatin. Sambil lari, saya sambil melihat ke belakang juga, make sure keluarga saya masih ada di belakang.

Singkat cerita, akhirnya saya nemu juga petugas Thai Airways di Counter Check-in. Dia bilang, “Tenang aja. Pesawatnya delay kok. Ga usah buru-buru.” Tapi dia ga bilang delay berapa lama, saya juga waktu itu lupa nanya. Saya pikir, mungkin delay 1-2 jam kali ya. Tapi saya tetap lari-larian sampai Boarding Gate nya. Saya curiga begitu sampai Boarding Gate, kok sepi banget ya. Apa jangan-jangan sudah ketinggalan pesawat?

Ternyata… pesawatnya delay 8 jam, yang artinya jadwal keberangkatan pesawat kami ialah pk08.00 tanggal 26 September 2017. Dalam hati berkata, “Sial juga, udah cape-cape lari takut ketinggalan pesawat, sampai diliatin banyak orang eh malah delay 8 jam.”

Pesawat yang dari Bangkok ke Paris saat itu ada kendala teknis, jadi kami pun disuruh menginap di Hotel yang sudah disediakan oleh pihak Thai Airways nya. Kami juga dapat breakfast di Hotel tersebut. Lumayan sih, hotel nya itu Novotel, yang letaknya masih di area Airport. Passport kami ditahan di Airport, tapi kami mendapat Temporary Receipt sebagai pengganti Passport. Bagasi kami juga ditahan di Airport. Mereka akan langsung transfer bagasi nya ke pesawat keesokan harinya.

Temporary Receipt dan saat lagi briefing oleh Petugas Thai Airways
Novotel Bangkok Suvarnabhumi Airport

Kesel sih pasti ya. Karena kami sudah beli tiket masuk ke Paris Opera untuk tanggal 26 September 2017. Karena delay, jadi sudah dipastikan kami ga akan keburu pergi kesana. Kami dijadwalkan sampai di Paris pk15.00. Keluar dari airport nya saja pasti lama, harus melewati imigrasi dan mengambil bagasi. Belum lagi kalau ada masalah di Airport nya, belum harus check-in dulu di Hotel. Akhirnya saya pun harus merelakan tiket masuk ke Paris Opera yang sudah kami beli itu.

Pagi harinya, setelah kami sarapan di hotel, sekitar pk06.00 kami berangkat dari hotel menuju Airport. Sudah ada bus yang disediakan khusus untuk penumpang Thai Airways yang kena delay ini. Sesampainya di Airport, kami segera menuju counter Thai Airways untuk menukar Temporary Receipt dengan Passport kami. Setelah itu, kami masuk ke Boarding Gate nya. Disini kami mendapat surat pernyataan maaf dari pihak Thai Airways nya karena pesawat nya delay 8 jam.

Ini adalah pertama kalinya saya merasakan delay sampai 8 jam. Ada banyak pelajaran yang saya dapat dari kejadian ini. Salah satunya ialah, pelajari Airport tujuan itu seperti apa sebelum sampai disana. Jangan seperti saya waktu itu harusnya ke Gate West malah ke Gate East, jadi lari-larian sampe diliatin banyak orang 😛 Apalagi kalau waktu transfer nya itu terbatas, cuma 30 menit doang. Apalagi kalau bawa orang tua, kasian harus sampai lari-lari atau jalan cepet juga padahal kakinya sudah lemah.

Pesawat Jakarta-Bangkok berbeda dengan pesawat Bangkok-Paris, pun berbeda dengan pesawat Zurich-Bangkok dan Bangkok-Jakarta. Dari segi makanan dan pelayanannya, saya suka dengan pesawat Zurich-Bangkok, Bangkok-Jakarta. Dari segi kenyamanan tempat duduk, saya suka dengan pesawat Jakarta-Bangkok, Bangkok-Paris. Kalau pesawat Zurich-Bangkok kami waktu itu agak kecil sih pesawatnya, jadi ruang gerak saat duduk itu terbatas. Kalau dibandingkan secara General, saya lebih suka penerbangan saya yang dari Zurich-Bangkok dan Bangkok-Jakarta. Tidak ada delay, makanannya juga enak, pelayanannya juga lebih ramah. Mungkin ini yang dirasakan teman-teman saya itu. Tapi akhirnya saya malah merasakan 2 pengalaman yang berbeda dari Thai Airways, satu yang ga enak, satunya lagi yang enak.

Pesawat Thai Airways dari Zurich ke Bangkok

Saat Travel Fair, saya sudah pesen mau makanan Vegetarian untuk 1 orang. Mungkin ada miss communication apa gimana gitu, jadi selama di pesawat itu mereka tidak menyediakan makanan Vegetarian. Mungkin salah saya juga, tidak double check lagi ke pihak Thai Airways nya. Nah, kalau di pesawat yang dari Jakarta-Bangkok dan Bangkok-Paris itu mereka seperti yang tidak mau tahu. Mereka bilang tidak ada request untuk makanan Vegetarian, dan mereka tidak ada effort untuk membantu. Lain halnya dengan saat kami di pesawat Zurich-Bangkok dan Bangkok-Jakarta, mereka memang bilang tidak ada request juga untuk makanan Vegetarian, tapi mereka ada effort untuk membantu. Mereka akhirnya menyediakan khusus makanan Vegetarian gitu.

Pemandangan dari atas pesawat

Karena ini adalah pengalaman pertama saya terbang dengan durasi waktu yang sangat lama, saya pikir akan sangat bosan di pesawat. Eh ternyata saya malah keasikan nonton film Thailand di pesawat. Tapi itu sih pas perginya saja, yaitu yang dari Jakarta-Bangkok dan Bangkok-Paris. Pas pulangnya sih yang dari Zurich-Bangkok, saya asik melihat pemandangan di bawah pesawat. Biasanya kalau naik pesawat, saya hanya melihat awan-awan saja. Nah kalau waktu itu, saya bisa melihat pemandangan yang ada dibawah saya. Ada pemandangan kota, danau, laut, bahkan pegunungan salju juga. Indahnya bukan maiiinn! Pesawat saya yang dari Zurich-Bangkok itu melewati daerah pegunungan salju, seperti Dolomite Mountains di Italy. Ahh, rasanya ingin sekali menjelajah benua Eropa lagi!

14 COMMENTS

  1. Pagi mbak,maaf mau tanya waktu transfer di bangkok,apakah bagasi nya ikut diturunkan atau cukup kita saja,kebetulan saya rencana akhir desember ini berangkat ke paris dengan thai airways juga,mohon bantuannya.

    • Halo mas Didit,
      Pas di Bangkok, bagasi nya ga ikut diturunin. Bagasi nya ditahan di airport, utk kemudian ditransfer langsung ke pesawat. Jadi baru bisa pegang bagasi nya lagi pas udah sampe di Paris nya.

  2. Mba mau tanya, rencana saya ke Paris pertengahan Januari dg menggunakan thai airways juga dan transfer di bangkok selama 1 jam 20 menit. Di awal kita akan dapat 2 boarding pass kan ya, nah teknisnya gimana mba disana ? Apakah harus check in ulang atau harus bagaimana ? Darimana kita bisa tau gate west atau eastnya ? Makasih infonya mba

    • Halo sorry yaa baru balas,
      Pas web check-in, kita cuma dapet surat konfirmasi aja sih yang nantinya harus dituker lagi di counter check-in bagasi. Kartu boarding Pass yang asli nya bakal di dapet saat check-in bagasi itu.
      Liat aja billboard nya, gate nya itu di nomor berapa. Terus tanya orang aja mana gate terdekat (west/east) untuk menuju ke gate kita itu. hehe

  3. Mba, saya dan suami berencana membawa anak-anak yang berusia 4 tahun dan 1.5 tahun ke Austria menggunakan thai airlines. Apakah maskapai ini nyaman untuk anak-anak mengingat durasi perjalanan yang panjang? Hal apa saja yang harus diantisipasi?

    • Haii Mesa,
      Sorry baru bales ya. Berdasarkan pengalaman aku sih, nyaman kok untuk anak2 juga. Yang pasti kalau perjalanan jauh gitu harus bawa bantal leher, biar nyaman tidurnya. Terus pakai celana panjang dan kaus kaki juga biar ga kedinginan 🙂

  4. Halo Kak Jeane,

    Mau tanya my parents plan 1st time naik thai tujuan cgk – thai -Frankfurt , Berkaitan pertanyaan boarding pass, apakah boarding pass thailand menuju frankfurt Sudah di terima saat di Soekarno hatta? Jadi begitu sampai di thailand, Passanger hanya liat papan departure dan mencari gatenya??
    Atau..
    passangers harus ulank proses awal seperti di soekarno hatta untuk mendapat boarding pass ke Frankfurt ?
    Lalu ambilnya dimana?

    lalu pengalaman km, jikalau orang tua transit hanya 1jam 15 menit, apakah keburu sampai di gate??
    (Dengan kondisi boarding pass ke frankfurt yg ada atau belum ada)

    Thanks in advance:)

    • Halo Vivi,
      Semua Boarding Pass nya sudah dibisa diambil saat di Soetta. Jadi pas di Soetta udah pegang 2 boarding pass, satu yang Jakarta-Thailand, satu lagi yang Thailand – Frankfurt 🙂 Transit nya 1 jam 15 menit sih keburu lah. Asal jangan 30 menit aja hehehe. 30 menit sih deg2an :))))

  5. Halo mba, saya mau tanya, tgl 13 saya akan ke munich dengan thai airways, jd bagasi tidak perlu ambil ya di thailand? Selama di pesawat kita lgsng dpt mknan free atau hrs booking dl dr web? Terima kasih

  6. Hallo kak. Mau nanya, saya akan ke Frankfurt dengan Thai airways. Saya dapat bagasi 30 kg. Nah kalau kelebihan, tarif per kg lebih nya brp ya kak? Thank you

  7. Halloo kak,,
    Sy batas bagasinya 30kg utk JKT-Paris.
    Mau tanya kalau misalnya bawa 2 koper buat di bagasi tapi total beratnya dibawah 30kg itu bisa gak?
    Udah baca webnya ga ketemu ttg ketentuan bawa lbh dr 1 koper.
    Makasih byk yaa kaak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here