Bagi kamu yang sedang merencanakan jalan-jalan ke Eropa, kamu pasti harus mengurus hal yang satu ini sebelum keberangkatan: Visa Schengen. Ya, Visa Schengen ini dapat kamu ajukan paling cepat 90 hari sebelum keberangkatan, alias H-3 bulan (update bulan Feb 2020: pengajuan visa bisa dilakukan 6 bulan sebelum keberangkatan). Kalau sudah dapat Visa Schengen, artinya kamu sudah bisa keliling seluruh negara Schengen. Cakupan negara Schengen itu terdiri dari 26 negara:

  • 22 European Union Member States (Austria, Belgium, Czech Republic, Denmark, Estonia, Finland, France, Germany, Hungary, Italy, Greece, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Malta, Netherlands, Poland, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spain and Sweden)
  • Switzerland, Norway, Liechtenstein and Iceland integrally enforce the Schengen Convention, but are not members of the European Union.

Lalu ada 6 European Union Member States yang berada di luar area Schengen, yaitu UK, Ireland, Cyprus, Bulgaria, Romania and Croatia. Jadi untuk keenam negara ini butuh visa tersendiri lagi.

Nah, karena kali ini saya rencana mau ke France, Netherlands, dan Switzerland yang kesemua negara itu termasuk ke dalam area Schengen, jadi saya cukup apply visa Schengen saja. Tidak perlu visa lain lagi.

“Dimana sih pengajuan visa Schengen itu?” Ini tergantung dari itinerary kamu sendiri sih. Seperti yang telah dijelaskan di halaman FAQ TLSContact:

  • Bila anda akan mengunjungi hanya satu negara Schengen, anda harus melamar di Kedutaan atau Konsulat negara tersebut.
  • Jika Anda berniat untuk mengunjungi beberapa negara Schengen, Anda harus mengajukan permohonan visa di Kedutaan Besar atau Konsulat di negara yang paling lama anda kunjungi atau dimana terdapat orang yang berhubungan dengan anda, tujuan utama perjalanan Anda (alasan bisnis di satu negara Schengen memiliki yuridiksi yang lebih besar daripada kunjungan wisata, keluarga atau kunjungan pribadi di negara bagian lain).
  • Bila anda akan mengunjungi beberapa negara Schengen dan tinggal di negara-negara tersebut sama lamanya, anda harus melamar di Kedutaan atau Konsulat negara yang pertama anda kunjungi.

Berdasarkan itinerary yang saya buat, negara yang paling lama saya kunjungi itu ialah Perancis. Oleh karena itulah, saya mengajukan visa Schengen nya di Kedutaan Perancis lewat TLSContact. TLSContact itu ialah agent yang ditunjuk secara khusus oleh Kedutaan Perancis untuk menangani urusan visa Schengen.

Prosedur membuat visa Schengen lewat TLSContact ini sangat mudah. Cukup lakukan saja langkah-langkah yang ada di halaman TLSContact.

1. Daftar Dokumen

Ada beberapa jenis Visa, kalau tujuan kamu ialah jalan-jalan, pilih yang Tourism (less than 90 days). Untuk dokumen-dokumen yang dibutuhkan, silahkan liat disini. Kalau saya sih waktu itu sempat galau antara yang Family Visit atau yang Private Visit, karena mirip gitu, harus ada surat undangan dari Perancis nya. Saya sampai telp langsung ke TLSContact di 021-29852777 untuk konsultasi mengenai jenis visa apa yang cocok untuk saya. Dan akhirnya disarankan yang Private Visit (less than 90 days) karena surat undangannya itu berasal dari organisasi resmi di Perancis, yang menyatakan bahwa saya akan menginap disana. Kalau surat undangannya dibuat oleh Family kita, baru pilih yang Family Visit. Dokumen yang dibutuhkan untuk Private Visit, silahkan liat disini. Saya juga membuat list dokumen sendiri sih, ada beberapa dokumen tambahan nya juga. Buat jaga-jaga aja sih sebenernya.

List Dokumen untuk Visa Schengen Private Visit, versi Jeane
  • Application Form

Untuk Application Form, bisa kita download sendiri kalau sudah memasukan data-data pribadi ke account TLSContact nya (liat prosedur nomor 3).

  • Passport Baru & Passport Lama

Kalau punya Passport Lama, harus dibawa ya. Kalau memang baru saja memiliki Passport dan belum mempunyai Passport lama, ya tidak masalah juga. Yang penting Passport nya itu masih berlaku.

  • Photo Size 3.5cm x 4.5cm, color photo with white background

Visa Schengen punya peraturannya sendiri dalam menetapkan ukuran foto, yaitu 3.5cm x 4.5cm. Background foto nya warna putih. Sebenarnya bisa saja sih, kita foto di rumah dengan latar belakang warna putih, lalu dicetak deh di tempat cetak foto. Lebih murah harusnya daripada foto langsung di foto studio. Tapi kalau saya sih foto nya di foto studio, karena saya bersama orangtua dan mereka tuh maunya langsung foto di tempat foto studio nya.

  • Tiket Pesawat PP

Tiket pesawat ini harus mencakup tiket pesawat PP dari Indonesia ke wilayah Schengen. Kalau kamu rencana mau berpergian ke sesama negara Schengen, kamu juga harus melampirkan bukti tiket kereta/pesawat/bus dalam negara Schengen nya. Misal, dari Perancis mau ke Belanda, nah itu transport nya mau naik apa, apakah kereta/pesawat/bus. Harus ada bukti nya gitu loh.

Kalau saya sih karena tidak mau ribet kasih bukti transportasi dalam negara Schengen, saya kasih nya tiket pesawat PP bayangan saja. Karena saya memang rencananya akan beli tiket antar negara Schengen setelah visanya sudah keluar. Jadi saya sebetulnya sudah beli tiket pesawat dari Jakarta-Paris, Zurich-Jakarta saat Travel Fair bulan Maret kemarin. Nah menjelang H-7 apply visa saya datang ke Travel Agent, waktu itu sih saya ke Panorama Tour, untuk booking tiket pesawat Jakarta-Paris dari tanggal sekian sampai sekian (sesuai jadwal awal nya saja). Saat itu saya tanya, kapan time limit nya, alias batas pembayaran tiket pesawat nya ini. Si mba nya bilang sampai hari Minggu depan (23 Juli 2017), sementara apply visa nya hari Rabu (19 Juli 2017). Okelah, berarti bisa nih. Jadi yang saya lampirkan ke Kedutaan itu tiket pesawat PP Jakarta-Paris yang saya booking di Panorama Tour itu. Jadi seakan-akan saya perginya cuma ke Perancis doang gitu, ga ke negara lain lagi.

  • Surat Undangan

Kami sekeluarga rencananya memang akan menginap di Plum Village Perancis untuk beberapa hari. Jadi kami mendapat surat undangan dari Plum Village nya yang menyatakan bahwa kami akan menginap disana. Surat undangan ini harus dilampirkan saat apply visa Schengen. Oleh karena itulah, kami memilih Private Visit karena mempunyai surat undangan seperti ini.

  • Asuransi Perjalanan

Untuk asuransi perjalanan, kami memilih asuransi perjalanan dari Allianz yang Deluxe. Ada beberapa asuransi lainnya juga sih yang bisa dijadikan pilihan asuransi untuk visa Schengen. Alasan kenapa kami memilih Allianz ialah karena memang kami sekeluarga mempunyai asuransi kesehatan dan jiwa di Allianz, agent Allianz nya juga kebetulan memang teman baik si nyokap, jadi lebih tenang aja sih rasanya. Selain itu, kami juga sempat bandingkan dengan asuransi lain, seperti AXA, ACA, dsb. Menurut saya sih harganya ga beda jauh ya, manfaat yang di dapat juga kurang lebih mirip lah. Soalnya yang penting kan, asuransi nya itu harus bisa cover perlindungan minimal 30.000 Euro selama kita berada di wilayah Schengen.

Tabel Manfaat Asuransi Perjalanan Schengen Allianz
  • Rekening Koran 3 bulan terakhir

Waktu itu kami apply visa nya di bulan Juli 2017. Jadi kalau minta rekening koran 3 bulan terakhir itu dari bulan April-Juni 2017. Ini minta nya ke Bank masing-masing ya.

Ada banyak mitos mengenai visa Eropa, salah satunya saldo di tabungannya minimal harus 50 juta kalau mau jalan-jalan ke Eropa. Itu sama sekali TIDAK BETUL ya. Saldo tabungan itu dihitung berdasarkan berapa lama kamu jalan-jalan di Eropa nya. Saya pernah baca di halaman kedutaan Belanda, untuk saldo tabungan wajib mempunyai minimal 34 euro (atau sekitar Rp530.400, kurs Euro 15.600) per hari. Kalau kamu jalan-jalan di Eropa nya 10 hari, jadi saldo di tabungan kamu harus ada Rp5.304.000. Itu saldo paling minimal. Ya kalau bisa sih jangan minimal banget ya, tarolah Rp10.000.000 atau Rp15.000.000 deh untuk 10 hari.

  • Surat Keterangan Bank

Ini sebenarnya optional, kalau mau lampirkan silahkan, kalau tidak juga tidak apa-apa. Kalau saya sih karena buat jaga-jaga aja, jadi saya lampirkan juga Surat Keterangan Bank. Surat ini dibuat oleh Bank masing-masing, kalau BCA sih bayar Rp50.000/surat. Kalau si nyokap sih karena ga mau keluarin duit lagi, dia ga minta surat keterangan bank ini. Buktinya? Kita semua lolos kok 🙂

  • Kartu Keluarga
  • KTP
  • Travel Itinerary

Travel Itinerary yang saya lampirkan ke Kedutaan juga travel itinerary bayangan saja. Bukan yang asli. Kedutaan itu ingin tau kita di negara Schengen itu mau kemana-mana saja, dari satu tempat ke tempat lain naik transportasi apa, buktinya mana, nginepnya dimana, semuanya itu harus jelas.

Travel Itinerary Bayangan, versi Jeane
  • Statement Letter

Saya dan nyokap saja sih yang membuat statement letter. Kalau yang saya punya itu, untuk menyatakan status pekerjaan saya sih sebagai Freelance. Sama seperti saat saya apply visa Korea taun kemarin. Tapi kali ini sih saya tidak menyerahkan surat penyataan tidak mempunyai NPWP, karena kalau di Application Form nya kita tidak memilih pekerjaan yang “Self Employed”, itu artinya kita tidak usah menyerahkan NPWP dan tidak usah ada surat pernyataannya segala. Intinya, kalau yang “Self Employed” itu harus menyerahkan NPWP dan SIUP perusahannya.

Nah kalau Statement Letter punya si nyokap itu, untuk menyatakan bahwa dia menjadi sponsor keuangan nya bokap, tante, dan sepupu saya. Jadi bokap, tante, dan sepupu saya tidak perlu menyerahkan rekening koran nya ke Kedutaan. Kata TLSContact nya sih, sponsor begini boleh, tapi Rekening Koran nya si nyokap harus di fotokopi untuk masing-masing orang yang disponsorin. Jadi satu orang harus punya rekening koran, yang dimana rekening korannya ini merupakan fotokopi dari rekening korannya sponsor (rekening koran nyokap). Statement Letter nya juga harusnya di fotokopi untuk masing-masing orang yang disponsorin. Karena saya lupa ga fotokopi, jadi saat submit aplikasi itu disuruh sama staff TLSContact nya untuk fotokopi (liat prosedur nomor 7).

  • Akta Nikah

Karena kami sekeluarga pergi ke Eropa, jadi bokap dan nyokap itu menyerahkan Akta Nikah mereka ke Kedutaan. Tante saya juga ada kasih Akta Nikah nya ke Kedutaan. Ini optional sih sebenernya, buat jaga-jaga aja gitu.

  • Akta Lahir

Kalau diliat dari list dokumen nya Kedutaan sih, akta lahir ini sebetulnya hanya untuk Minor, alias anak kecil gitu. Tapi kami sih serahin aja semuanya ke Kedutaan, biar lengkap aja 😀

  • Surat Ganti Nama
  • Surat Konfirmasi

Jadi setelah daftar online untuk janji bertemu / appointment (prosedur nomor 4), kita akan dikirimkan Surat Konfirmasi dari TLSContact nya yang menyatakan bahwa kita sudah membuat janji temu jam sekian di TLSContact untuk penyerahan dokumen. Surat Konfirmasi ini harus diprint dan dibawa saat penyerahan dokumen.

2. Buka Akun TLSContact

Kalau kamu perginya rame-rame (1 group bareng semua), kamu cukup membuat 1 akun TLSContact saja. Jadi pilih aja 1 orang diantara group kamu yang membuat akun TLSContact.

3. Informasi Pribadi

Setelah membuat akun TLSContact, kita akan disuruh memasukan data-data pribadi kita ke akun TLSContact ini. Data-data ini sebetulnya untuk membuat Application Form Visa Schengen. Setelah memasukan semua informasi pribadi, kita tinggal download saja Application Form nya, lalu di print. Jadi kita tidak usah download Application Form yang kosong gitu, download nya kalau data-data pribadi nya sudah kita input.

Kalau perginya rame-rame, informasi pribadi dari semua orang yang ikut sama kamu dimasukin semua ya.

4. Daftar Online untuk Janji Bertemu (Appointment)

Setelah confirm seluruh informasi pribadi, selanjutnya kita membuat janji bertemu atau Appointment. Kita bisa memilih tanggal dan waktu yang lagi available. Pastikan tanggal kamu submit itu dalam jangka waktu 90 hari sebelum keberangkatan.

5. Persiapkan dokumen-dokumen untuk lamaran aplikasi visa anda

Semua dokumen yang ada di point nomor 1, disiapkan semua untuk dibawa pada saat penyerahan aplikasi sesuai dengan tanggal dan waktu yang telah dipilih sebelumnya.

6. Penyerahan Aplikasi

Jika sidik jari dan foto anda belum pernah diambil sebelumnya, kehadiran pribadi adalah wajib. Kami sekeluarga belum pernah mengajukan visa Schengen, jadi kami semua harus datang ke kantor TLSContact untuk sidik jari dan foto. Kalau sudah pernah sih, cukup diwakilkan saja pada 1 orang.

Ini sudah pada tahap yang mulai deg-degan, yaitu Penyerahan Aplikasi. Waktu janji kami ialah pk10.30. Saat itu karena takut telat, saya dan keluarga sudah berangkat dari Bogor pk06.30. Soalnya kalau telat, TLSContact tidak bisa menerima aplikasi kita, dan kita disuruh membuat janji temu baru lagi.

Eh ternyata kami kepagian datangnya. Sekitar pk08.30 sudah sampai di TLSContact yang berada di Menara Anugrah lt.3. Awalnya saya pikir kami bisa menunggu di dalam TLSContact nya, tapi ternyata tidak diijinkan oleh satpam TLSContact nya. Dia bilang begini, “Tunggu aja dibawah, nanti kesini lagi pk10.00”. Alhasil kami pun harus duduk menunggu di lt.1 Menara Anugrah. Lalu sekitar pk10.00 kami naik lagi ke atas, ke lantai 3 tempat TLSContact berada.

Begitu masuk kantornya TLSContact, saya menunjukan Passport saya dan keluarga, beserta Surat Konfirmasi janji temu nya itu. Lalu saya dikasih sebuah kunci loker untuk menaruh HP. Jadi disana kita tidak boleh pegang HP, sepertinya karena tidak boleh foto-foto gitu disana. Setelah menaruh semua HP di loker, kami sekeluarga pun duduk di ruang tunggu. Tidak lama kemudian, di layar muncul nama “Jeane Rooseline”. Itu artinya waktunya untuk penyerahan aplikasi group nya Jeane. Akhirnya!

7. Aplikasi anda diproses

Karena saya itu 1 group ada 5 orang, jadi lumayan lama juga saat penyerahan aplikasinya. Dia ngecek satu-satu dokumennya, ada yang kurang atau ga. Ada beberapa dokumen yang dibalikin lagi ke saya, kebanyakan sih dokumen asli seperti Asuransi Perjalanan yang asli, Surat Undangan yang asli, dsb. Selain itu ternyata ada dokumen (Statement Letter Sponsor Keuangan si nyokap) yang harusnya di fotokopi untuk dokumen aplikasi yang disponsorin (dalam hal ini ada 3 orang, yaitu bokap, tante, dan sepupu). Jasa fotokopi disana ialah Rp1.000/dokumen. Karena ada 3 dokumen, jadi harganya Rp3.000. Bayar nya nanti sekalian sama biaya visa dan biaya jasa.

Saya juga sempat ditanya-tanya gitu, seperti tujuan ke Eropa nya itu untuk apa, lalu menginap nya dimana, dan lain sebagainya. Saya juga menjelaskan isi Surat Undangan dari Plum Village Perancis tersebut, karena surat nya itu dalam bahasa Perancis, sedangkan staff TLSContact yang menangani saya saat itu tidak bisa bahasa Perancis.

Setelah dokumen per orang nya sudah dicek dan benar semua, saya disuruh tanda tangan form yang menyatakan bahwa saya sudah menyerahkan dokumen-dokumen tersebut ke TLSContact. Saya juga yang menandatangani seluruh form tersebut untuk keluarga saya. Jadi keluarga saya cuma duduk manis aja di ruang tunggu. Saya sendiri saja yang berhadapan langsung sama petugas TLSContact nya, istilahnya jadi perwakilan keluarga gitu.

8. Pembayaran biaya visa dan biaya jasa

Setelah submit aplikasi visa, selanjutnya saya harus membayar biaya visa dan biaya jasa TLSContact. Plus, biaya fotokopi Rp3.000. Biaya visa Schengen itu ialah Rp892.900/orang. Biaya jasa TLSContact ialah Rp410.000/orang. Karena kami berlima jadi totalnya Rp6.517.500, itu sudah termasuk biaya fotokopi ya. Kalau mau itung per orang, jadi biaya nya ialah Rp1.303.500/orang. Pembayaran dilakukan hanya bisa tunai/cash. Jadi silahkan ke ATM dulu kalau tidak ada uang cash.

Setelah urusan bayar selesai, selanjutnya ialah sidik jari dan foto. Foto inilah yang nantinya akan menjadi foto di visa Schengen kita. Jadi foto yang kita kasih ke mereka itu bukan foto yang akan ditempel di visa nya. Jadi siap-siap aja dandan cantik, biar foto di visa Schengen nya jadi bagus 😉 Akhirnya pk11.30 pun kami sudah selesai urusannya di TLSContact. Tinggal menunggu pengumuman dari Kedutaannya lagi.

9. Pengembalian Passport dari Kedutaan

Nah, ini nih yang deg-degan. TLSContact nya waktu itu bilang ke saya kalau proses aplikasi memakan waktu sekitar 1-2 minggu. Beberapa hari setelah submit aplikasi, saya cek terus di website akun TLSContact nya saya. Sudah sejauh mana proses aplikasinya. Saya pun mulai khawatir karena sudah 6 hari kerja setelah submit, tapi belum ada instruksi dari Kedutaannya. Emang sih, TLSContact nya kan sudah bilang proses nya sekitar 1-2 minggu.

Tapi waktu itu saya baca blog-blog tetangga yang katanya dia cuma 3 hari kerja udah langsung disuruh ambil Passport nya. Lalu saya penasaran iseng cek website kedutaan Perancis nya langsung, eh malah ada news yang katanya saat itu memang lagi ada kendala teknis, jadi proses aplikasi visa Schengen di Kedutaan Perancis agak sedikit lambat. Dan beritanya itu diposting 1 hari setelah saya submit aplikasi visa! 🙁 Saya juga sempat tanya ke teman yang baru saja dari Eropa dan mengajukan visanya di Kedutaan Perancis lewat TLSContact juga. Dia malah bilang kalau proses aplikasinya dia itu memakan waktu 15 hari kerja setelah submit. Setelah 15 hari kerja, temannya teman saya langsung datang ke Kedutaan Perancis, lalu mereka bilang sebenarnya aplikasi visa mereka itu sudah ketauan hasilnya, cuma passport nya saja yang belum dibalikin lagi ke TLSContact. Makin khawatir lah saya (panic effect), kapan passport saya dan keluarga sudah bisa diambil..

Eh beberapa jam setelah itu di hari yang sama juga, saya cek web akun TLSContact saya dannn akhirnya Passport kami sekeluarga sudah bisa diambil di TLSContact. Yeaayyy!! 😀

Eitsss.. jangan senang dulu, karena belum tentu visa kami semua diterima. Ketauan diterima atau tidaknya tergantung besok, saat pengambilan Passport.

Halaman akun TLSContact saya yang menyatakan bahwa Passport sudah dikembalikan dari Kedutaan ke TLSContact
Track My Application in Real Time

10. Mengambil Passport Anda

Nah ini bagian yang paling menegangkan: Mengambil Passport di TLSContact. Untuk mengambil passport di TLSContact, saya harus membawa dokumen Application Checklist yang dikasih saat Submit Aplikasi Visa, lalu harus membawa copy Passport kami juga. Datanglah saya sendiri ke TLSContact, tanpa membuat janji temu. Karena kalau mengambil passport doang sih ga perlu bikin janji temu. Dan cukup hanya 1 orang saja yang mengambil passport nya.

Begitu saya sampai di counter Pengambilan Passport, saya memberikan dokumen Application Checklist dan copy Passport ke petugasnya. Lalu saya diberikan 5 amplop putih (karena group kami ada 5 orang) yang isinya ialah Passport asli kami berlima. Apakah passport kami berlima sudah ditempel Visanya? Saya pun cek satu-satu Passport nya, and yeaaa we all got it! 😀

Jeane’s Visa Schengen

Betapa senangnya saya akhirnya kami sekeluarga sudah resmi bisa ke Eropa. Kami awalnya takut visa nya ditolak, tapi untungnya sih diterima semua.

Akhirnya, saya sudah bisa bilang “Europe… I’m coming!” 😀

51 COMMENTS

  1. Saya ingin bertanya disalah satu persyaratan di web TLS itu ada disebutkan bahwa “Otorisasi orang tua, menyatakan dengan jelas informasi dari orang yang bertanggung jawab atas anak di luar negeri, Jika si anak bepergian sendiri atau bepergian dengan salah satu orangtua, diinvestasikan otoritas orangtua” untuk poin yang ini apakah hanya untuk anak dibawah umur (17thn) atau saya pun yang sudah 21 harus melampirkan ini hanya karena saya akan berpergian sendiri?

  2. Oooohh berati bukan saya aja ya yang deg2an😔 memang sangat menegangkan rupanya mengajukan visa Schengen apalagi saya harus melunasi biaya travel walaupun blm ada informasi visanya di terima atau di tolak… Saat ini saya panik smpe ga enak tidur ihiikkzz 😫

  3. selamat siang.
    Saya Leo. Saya mendapat tugas dr kampus untuk melakukan penelitian di Taize,Perancis dari tgl 30 Mei-16 Agustus 2018.
    Hanya saja baru 3 hari yang lalu saya menerima Invitation Letter dari sana, sehingga baru akan mengurus visa hari-hari ini. Kira-kira masih keburu ngga ya?
    Sedangkan tiket sudah ada untuk berangkat tgl 29 Mei ini.

    Mohon pencerehannya kak.
    Thanks

  4. Halo kak, aku Sarah.. Aku ada pertukaran pelajar di prancis nanti tapi aku dapat appoinment nya tgl 13 juni dan aku brgkt 28 juni.. Kira2 sempet ngga ya ka? Makasih kak

  5. Dear Jeane..thanks buat informasinya, saat ini lagi deg- degan karena janji temu baru tanggal 12 Juni sementara saya harus berangkat tanggal 21 Juni, first entry country saya jerman, sementara saya ada seminar di Poitier Perancis. semoga keburu waktunya

  6. Hi jeane, benar gak kalau apply pertama italy itu agak sulit? Krn rekan sy ditolak dan gak dikasih tau alasannya.. kalau dr segi financial mencukupi, pekerjaan jg, dan terlampir jadwal perjalanan, syarat lengkap, knp ya???
    Jd deg2an ya secara sy lg proses jg tp apply di perancis krn itu tujuan pertama, semoga lancar deh ya.. krn disponsor dr kantor jg.. huhu

    • Haii! Wah, saya juga gatau kalau apply pertama Italy itu sulit. Blm pernah denger juga sih hehe.
      Tapi kalau apply nya di Perancis itu katanya mudah sih. Iya amin, semoga lancar ya 🙂

  7. Halo kak Jeane. Saya dpt wawancara tgl 7 Juni. Dan berangkat tgl 26 Juni. Lg deg deg an juga karna banyak kepotong libur.. Aku mau nanya ntar wawancara sama orang TSL nya itu orang Indonesia atau Inggris ya.. Dan kak Jeane jadi 6 hari itu, hari kerja atau sudah termasuk hari libur ?

    Thanks kak

  8. Hi Mbak Jeane,
    Terima kasih sudah share pengalamannya. Kebetulan saya lagi bingung soal isian “current occupation” di form videx permohonan visa schengen via kedutaan Jerman. Saya freelance, lebih baik isinya “No occupation” atau “Self employed”, ya? Karena dengar2 buat kedutaan freelance = unemployed.
    Satu lagi mbak, kalo boleh, minta diemail contoh Statement Letter yg menerangkan status freelance, dan contoh Statement Letter (dari Ibu, yg postingan soal apply visa Korea).
    Terima kasih sebelumnya, Mbak 🙂 God bless.

    • Hai Astrid,
      Lebih baik pilih yang “No occupation” aja, soalnya kalau yang “Self Employed” itu bisa dikira punya bisnis sendiri dan biasanya harus melampirkan SIUP dll nya. Contoh surat2nya udah aku email juga ya.
      Semoga membantu 🙂

  9. Hai mba Jeane. Mo tanya2 nie. Aku dpt employee statement letter, tapi ga ada keterangan salary dan hanya scan document. Karena kantor HR nya di singapore. TapSaui ada slip gaji. Kira2 bisa lolos ga ya? *guguplaluna_

  10. Hi Mba Jeane , first of all thank you buat infonya yang helpful ^^. Saya ingin tanya Mba. Saya telah membeli tike jkt-paris pp untuk kedua orangtua saya untuk pergi akhir mei ini (selama 6 hari 5 malam). Kebetulan papa saya sudah pensiun sewaktu umur 55, setelah itu sempat kerja lagi, tapi kontrak, dan berhenti Januari tahun lalu. Sedangkan mama saya masih bekerja (umur mereka berdua 62 tahun), namun rekening saldo mereka tidak banyak. Apakah saya bisa bertindak sebagai penjamin mereka sebagai anak? Bila bisa, apakah mereka tetap harus menyertakan rekening koran mereka atau cukup saya saja?
    Dan dokumen apa yang harus disiapkan kedua orang tua saya?Pliz kindly advice, thank you

    • Haii, sorry ya baru bales.
      Iya setau aku bisa kalau anak sebagai penjamin. Pakai rek koran dari mba nya aja gapapa harusnya. Asal ada surat penjamin nya aja.
      Lalu orangtua km juga harus menyertakan surat keterangan resmi yang menyatakan pensiun, nama dan alamat perusahaan terakhir, lamanya kerja yang terakhir, dan jumlah gaji yang terakhir, surat ini dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang.

  11. Halo ci Jeane,
    Terima kasih sudah share pengalamannya. Saya boleh minta diemail contoh Statement Letter yg menerangkan status freelance, dan contoh Statement Letter (dari Ibu, yg postingan soal apply visa Korea).
    Terima kasih sebelumnya, Mbak 🙂 God bless you ci

  12. Hallo kak Jeane, sebelumnya terima kasih banget udah share tentang perjalanan mengajukan visanya. Sangat lengkap dan membantu sekali. Aku berencana mengajukan visa schengen juga, sebetulnya ini yang kedua kalinya aku mengajukan visa schengen, sebelumnya aku mengajukan saat statusku masih bekerja. karena sekarang aku freelancer, aku agak deg2an. *semoga berhasil, amin

    Nah, bolehkan aku minta contoh statement letter untuk menerangkan status freelance itu? Terima kasih sebelumnya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

  13. halo jeane thank you buat postingan yang informatif dan menarik ini. saya berencana untuk ke eropa 30 Maret ini, namun belum mengurus visa. BTW kalau kamu berkenan mohon saya di share Ittennary yang digunakan untuk mengurus visa tersebut. baik yang dummy maupun realnya. karena saya berencana 3hari di perancis. terima kasih.

  14. Hallo ka Jeane..
    aku mau tanya tentang statement Letternya, masih bingung utk bikinnya gmna:( apakah semua surat atau beberapa dokumen ada beberapa yang di translate bahasa inggris ka? kalau minta surat2nya, boleh ngga yah?
    btw thankyou udahnshare pengalamannya ka jaene!

  15. Terimakasih informasinya mba,
    Mba saya mau nanya, berapa minimal saldo di rekening saya ya mba, kalau semua akomodasi dan biaya hidup saya di tanggung sama teman saya yang tinggal di perancis.

  16. Halo mba,

    Kalau berangkat sekeluarga bikin permohonan visa untuk anak anak dan suami bisa dari 1 account kita di TLS Contact itu ya? karena anak2 kan belum punya email?

  17. Hi Mba jeanne,
    Saya mau nanya dong ^^
    Saya berencana mau solo travel ke Paris selama 7 hari tapi saya masih dalam naungan financial ortu, apakah saya bisa mengajukan fotokopi kartu kredit ortu saya untuk tanda bukti telah reserved tiket pp dan hotel? jadi pas apply visa, yang saya ajukan adalah hanya fotokopi kartu kredit, rekening koran dari saldo rek ortu saya sebagai penjamin dan rekening saldo tabungan saya dari kiriman monthly ortu saya (saya mahasiswi)? Tapi total ga sampai 10 juta gitu bisa kah mba jeanne? saya khawatir malah kurang…karena ada ditulis di travel agent site gitu kalau belum beli tiket pp dan hotel setidaknya ada jumlah saldo di tabungan sekitar 20 juta keatas….
    saya masih confused bagaimana untuk memastikan syarat keuangan yang cukup karena kebetulan saya belum kerja masih mahasiswi dan baru pertama kali berencana apply visa ke luar negeri. mohon bantuannya ya mba jeanne.
    ^^”

    • Hi Isara,
      Itu harusnya udah cukup kok. Tp tetep harus melampirkan tiket PP dan hotel nya.
      Totalnya ga sampe 10jt utk 7 hari juga udah cukup harusnya. Soalnya syarat nya itu sekitar 34 euro per hari, kalau kamu 7 hari, berarti min nya itu 238 euro (atau sekitar 3.7jt). Kalau tour&travel gitu emang biasanya suka tulis jumlah saldo di tabungan 50jt malah. Tapi kalau apply sendiri sebenernya ga sampe segitu kok.

      • Apakah bisa ka, aku hanya lampirkan rek koran ku berisi 4 juta tapi rek koran ortu juga pas2an, terus aku lampirkan juga keterangan reservasi dummy tiket pp dan hotel (menggunakan credit card)? Apakah begini bisa diterima atau harus beli tiket pp dan hotel dulu baru bisa hanya sodorkan rek koran min 4juta ?

  18. Apakah bisa ka, aku hanya lampirkan rek koran ku berisi 4 juta tapi rek koran ortu juga pas2an, terus aku lampirkan juga keterangan reservasi dummy tiket pp dan hotel (menggunakan credit card)? Apakah begini bisa diterima atau harus beli tiket pp dan hotel dulu baru bisa hanya sodorkan rek koran min 4juta ?

    • Hi Isara,
      Jangan pas-pasan banget ya. Kalau kamu 10 hari di Eropa nya, at least ada 15jt udah aman. Soalnya waktu itu teman saya ada yang apply di kedutaan Swiss saldo nya 9jt ditolak. Reservasi dummy tiket PP itu gapapa, hotel juga yang free cancellation juga gapapa. Yang penting ada bukti nya aja dan jelas dari kemana mau kemana nya, walaupun dummy juga gapapa.

  19. Kalau hanya 7 hari aja gimana? Bisa kah sekitar 5 juta aja disaldo atm personal saya gitu? Abis itu apply pakai dummy tiket pp dan hotel juga…

    Kalau pakai dummy ticket pp dan hotel , wajib sekitar 15juta keatas ya ka disaldo atm? Tapi kalau udah punya tiket pp dan hotel, boleh hanya bawa3,5 juta atau 5 juta?

    Maaf ya ka. Saya mau mastiin soalnya uang di saldo saya belum mencukupi lebih dari 5 juta… Rencananya kalau bisa saya langsung beli tiket pp dan hotel, jadi saldo ga perlu harus 10juta lebih kan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here