Jepang. Negara yang satu ini sering banget saya denger yang bagus-bagus nya. Orangnya yang taat aturan, sopan, transportasi nya yang nyaman banget, intinya kalau traveling kesana itu juga aman banget deh. Tapi begitu saya kesana ternyata saya melihat dari sisi yang berbeda. Entah, saya mendapat pengalaman yang tidak mengenakan selama di Jepang.

1. Transportasi

Ketika lagi menunggu kereta

Transportasi nya super ribet, saya sendiri aja sering nyasar dan salah naik kereta. Nanya petugas nya malah dioper-oper, katanya harusnya naik kereta itu. Begitu mau naik kereta itu, nanya ke petugas yang lain lagi, katanya harusnya naik kereta yang satunya lagi. Saya dan teman-teman kebanyakan jadi abis waktunya untuk mencari jalan.

Liat Google Maps pun bingung. Waktu itu kami malah sempat terpisah turun kereta nya di hari ketiga kami di Kyoto. Harusnya turun di stasiun mana, tapi karena Google Maps nya hp teman saya menyarankan di stasiun sebelumnya, jadi dia malah turun duluan.

2. Makanan

Ichiran Ramen

Banyak orang yang bilang makanan di Jepang itu enak-enak semua. Saya pun sebelum ke Jepang sudah list makanan yang mau dicoba ketika di Jepang. Banyak banget list nya. Tapi saat traveling itu, teman-teman saya hanya ingin mencari makan yang lokasinya dekat dengan kami saja waktu itu. Kalau ikutin list, kebanyakan lokasinya agak jauh, atau restorannya belum buka. Jadi akhirnya list itu tidak terlalu banyak dipakai.

Karena makan asal nemu aja selama disana, jadi yang saya cicipi itu ya kebanyakan biasa saja. Tidak seenak yang dibilang sama kebanyakan orang. Walaupun begitu, saya tetap ada cobain makanan populer nya disana, seperti Ichiran Ramen, Menbaka Fire Ramen, Melon Pan.

Cremia

Yang paling saya suka malah bukan makanannya, tapi es krim nya. Ya, es krim di Jepang saya akuin itu enak-enak banget. Japanese Soft Matcha yang beli dipinggir jalan, es krim yang ada di vending machine, dan yang paling saya rekomendasikan adalah Cremia. Itu wajib banget dicoba! Es krim paling enak yang pernah saya coba malah.

3. Penginapan

Airbnb Kyoto

Pas lagi cari penginapan, saya tadinya mau ada 1 penginapan yang Ryokan gitu. Terus bisa sambil pake Kimono/Yukata. Tapi sayangnya ternyata penginapan seperti lumayan mahal. Karena trip ke Jepang kemarin itu ceritanya mau hemat, jadi kami cari di airbnb yang murah tapi keliatannya masih ok. Tapi karena itu, saya beneran bisa trip hemat ke Jepang.

Ternyata penginapan selama di Jepang kami itu tidak begitu ok. Lokasinya agak jauh dari transportasi. Harus masuk ke gang-gang gitu, agak susah carinya. Kamarnya juga sempit buat kami berlima. Kamar mandi nya juga apalagi, sempit banget.

Airbnb yang di Osaka yang paling parah, bayangin deh. Toilet dan kamar mandi dipisah. Begitu buka kamar mandi, itu depannya persis pintu buat ke toilet. Kamar mandi nya itu transparan. Orang mandi juga keliatan dari luar. Jadi kalau ada yang mau ke toilet, terus ada yang lagi mandi, ya keliatan. Toilet nya juga tidak ada air buat cebok-cebok, atau siraman otomatis yang dari toilet nya itu.

4. Aman / Tidak

Gion

Jepang ternyata terkenal juga night life nya. Apalagi pas saya di Kyoto, saya menginap di daerah Gion yang memang banyak Geisha nya dan daerah red district juga. Saat malam-malam melewati daerah itu, banyak bar/pubs, banyak pula para mucikari yang sedang menawarkan promosi ke cewe/cowo yang lewat. Asal kita tidak liat-liat ke arah mereka, aman saja sih.

Tapi waktu pas di Osaka, teman saya bilang dia melihat sendiri ada bapak-bapak jail yang suka foto/rekam dari bawah kalau ada cewe pake rok gitu. Ini sih sebenarnya mungkin ada dimana-mana ya. Di minimart Jepang juga ternyata banyak jual majalah-majalah seperti itu. Saya cukup shock sebetulnya. Jepang yang selama ini saya denger bagus-bagusnya, kok malah begini.

Jadi kalau ditanya aman atau tidak, bagi saya jawabannya adalah 50:50. Intinya sih, harus bisa jaga diri aja apalagi sebagai seorang wanita. Dimanapun itu berada, tetap harus berhati-hati dan berjaga diri.

5. Bahasa

with our Japanese friends~

Tadinya saya pikir bahasa tidak menjadi masalah selama di Jepang. Ternyata orang Jepang minim sekali bahasa Inggrisnya, mirip seperti orang China. Bahkan anak muda nya juga tidak bisa berbahasa Inggris. Kalau di Korea, anak muda nya masih bisa bahasa Inggris. Jadi kalau nanya jalan juga enak, bisa nanya-nanya gitu. Nah, tapi kalau di Jepang susah banget.

Tadinya saya pikir harusnya mereka ada yang bisa bahasa Mandarin juga. Tapi kebetulan yang kami temui tidak bisa bahasa Mandarin dan bahasa Inggris. Kami pun akhirnya memakai Google Translate yang fitur voice nya, biar bisa komunikasi dengan mereka.

Waktu saya di USJ, saya berkenalan dengan cowo orang Jepang. Dia tidak bisa bahasa Inggris. Jadi kami tidak terlalu banyak mengobrol. Saya terkesan saat mau berpisah, dia membungkuk 90 derajat. Padahal tadinya saya mau berjabat tangan dengan dia. Eh dia malah membungkuk. Kocak juga LOL

6. Cuaca

Rainy day

Awalnya saya pikir musim panas di Jepang itu bakalan panas banget. Eh ternyata hujan dong selama saya di Jepang, kecuali 2 hari terakhir di Jepang nya aja yang baru cerah. Mood buat jalan-jalan jadinya kurang bagus karena cuaca. Buat foto-foto atau video juga jadi males. Karena sudah ribet pegang payung, pegang HP buat liat maps, dan kalau pindah kota sambil gerek-gerek koper juga.

Hujannya juga biasanya awet banget dari pagi sampai malam lagi. Deres pula. Intinya sih, sebelum merencanakan mau ke Jepang, harus liat perkiraan cuaca dulu. Kira-kira kalau di bulan itu atau tanggal itu, hujan atau tidak.

7. Teman Seperjalanan

View this post on Instagram

Happy Friendship Day!! 😘 . Suatu ketika di Osaka Castle, Japan🇯🇵 Pernah ga sih lagi mau foto tapi di belakang ada banyak orang? Jd mengganggu gitu. Apa yg kamu lakukan? Biasanya kalau aku, nunggu sampe orang nya lewat dlu. Tapi waktu itu, orang2 di belakang banyak yg mau foto2 juga, dan ini pasti lama selesai nya. . Akhirnya kita tetep foto aja berdua. "Nanti aku akan coba edit ya. Semoga bisa", kata ku ke @svc.14. Dan inilah hasil editan menghilangkan orang untuk pertama kalinya. Swipe utk lihat foto yang asli👉 . Jadi, hasil edit ku udah bagus belum? 😌😌 atau masih perlu di improve? Hahaha . #jeanetravelstory #jeaneinjapan #osakacastle #osaka #japan #friendship #bestfriends #japantravel #jntoid #explorejp #visitjp #instatravel #travelgram

A post shared by Jeane Rooseline 蔡素贞 (@jeanerooseline) on

Teman seperjalanan saya dari dulu kurang lebih itu-itu aja, tapi kadang ada yang baru ikut juga. Selama ini tidak ada masalah dengan teman seperjalanan. Jadi jalan-jalan itu selalu seru dan menyenangkan. Nah yang ke Jepang kemarin, ada 1 yang baru ikut. Dan entah kenapa suasana jalan-jalan nya itu sangat tidak mengenakan. Semua pada egois, tidak mau mengalah, kalau akhirnya mengalah pun, suasananya tetep jadi ga enak.

Apakah ini karena terpengaruh oleh orang itu? atau karena memang style jalan-jalan nya sudah berbeda? Entahlah. Tapi yang jelas ini trip paling ga nyaman selama saya jalan-jalan. Teman seperjalanan itu memang sangat penting. Kalau ga cocok, mau jalan-jalan ke tempat yang indah sekalipun akan menjadi tetap tidak mengenakan.

Kapok ke Jepang lagi?

Karena ada begitu banyak pengalaman tidak menyenangkan selama di Jepang, kalau ditanya kapok atau ngga ke Jepang lagi? Jawabannya adalah tidak. Justru saya masih penasaran dengan Jepang yang orang-orang bilang bagus itu. Tapi mungkin dengan teman perjalanan yang berbeda, musim yang berbeda, kota yang berbeda juga pastinya. Kalau ke Jepang lagi, saya ingin sekali explore Tokyo dan Jepang bagian utara seperti Hokkaido dan Shirakawa-Go (kalau lagi musim dingin).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here