Sudah hampir 1 tahun berlalu sejak saya meninggalkan Korea Selatan. Walaupun saya jalan-jalan di Korea Selatan nya hanya 10 hari, tapi ada begitu banyak kenangan dan cerita seru yang tak bisa saya lupakan.

Kalau ditanya, “apa sih yang bikin kangen dari Korea?” Saya pasti menjawab, “Makanannya!” Ya, karena saya suka sekali dengan makanan pedas, jadi saya cocok dengan makanan Korea yang mayoritas itu pedas-pedas. Alhasil saya pun naik beberapa kg setelah pulang ke Indonesia. Begitu saya tiba di Jakarta, hal yang pertama kali si nyokap katakan ialah, “Jeane, kok kamu tambah bulet?” Maklum, saat saya di Korea itu pernah ada 2-3 hari kami makan 4x dalam sehari, yaitu saat pagi, siang, malam, dan tengah malam. Kebetulan teman perjalanan saya juga saat itu doyan makan. Jadi ceritanya mumpung lagi di Korea, harus dipuas-puasin makan makanan Korea nya ๐Ÿ˜€

Tteokbokki

Waktu itu kami menginap di daerah Hongdae, alias daerah anak muda nya di Seoul. Di penginapan kami ini juga tersimpan banyak sekali cerita seru. Untuk pertama kalinya saya menginap di mixed dorms, cewe dan cowo itu campur. Salah satu roommate saya waktu itu ialah orang Hongkong. Waktu itu kami makan Kimbap dan minum Makgeolli rame-rame di dalam kamar, sambil sharing mengenai banyak hal juga. Seru banget! Kami pun sampai sekarang masih sering contact. Inilah salah satu yang saya suka dari traveling yaitu menemukan teman baru. Persahabatan bisa ditemukan dimana saja dan sama siapa saja, betul? ๐Ÿ˜‰

Our bedtime stories with the Hongkong guy ๐Ÿ™‚

Ketika saya di Korea, saya banyak berinteraksi dengan orang lokal. Untuk menanyakan jalan lah, atau sekedar basa-basi. Mereka sih mayoritas tidak terlalu bisa bahasa Inggris. Kalau saya mau nanya jalan, biasanya saya incer anak muda nya saja. Anak muda biasanya bisa bahasa Inggris sedikit-sedikit, bahkan ada juga yang bisa bahasa Mandarin. Karena saya bisa bahasa Mandarin juga, terkadang saya berkomunikasi dengan mereka menggunakan bahasa Mandarin.

We were going to ask the Korean guy about directions in the subway
We were going to ask the Korean guy about directions in the subway

Ada banyak cerita seru ketika saya berinteraksi dengan orang lokal ini. Salah satunya ialah saat hari pertama saya di Korea. Waktu itu saya dan teman-teman nanya jalan keย oppaย Korea yang duduk disebelah kami. Setelah nanya jalan, kami pun mengobrol hal lain, seperti namanya siapa, dia mau kemana, dsb. Nah, saat dia menyebutkan namanya itu, saya mendengar nya seperti “Jjajangmyeon” atau “Korean Black Bean Sauce Noddles”. Itu loh, salah satu makanan khas Korea berupa mie dengan saus berwarna hitam. Saya pun keceplosan bilang, “Jjajangmyeon?” Seketika raut wajah siย oppaย ini langsung berubah. “Sorry, my friend is starving now. We haven’t had lunch.” Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh teman saya ke siย oppaย itu. Untungnya sih dia tidak marah. Tapi sejujurnya, memang saat itu saya sangat lapar dan ingin makan Jjajangmyeon ๐Ÿ˜›

Tidak hanya cerita konyol, tapi ada juga cerita yang membuat saya sangat shock, yaitu saat hari keempat saya di Korea. Bayangkan, ada seorang lelaki berkewarganegaraan Korea yang tiba-tiba meminta saya untuk menjadi istri anak laki-laki nya. Katanya sih anaknya ini dokter, tidak pernah minum minuman alkohol, dan orang yang baik-baik. Entah ini memang beneran atau penipuan. Sayangnya yang meminta saya ini bapaknya, coba kalau anak nya beneran, mungkin saya masih bisa considerย ๐Ÿ˜›

Ada teman seperjalanan saya yang mengatakan kalau Korea itu seperti di surga. Satpam, tukang bersih-bersih, tukang sapu nya aja ganteng banget, seperti artis Korea. Setiap hari kami cuci mata, baik itu di bus, subway, ataupun di jalanan. Yang perempuannya juga cantik dan mulus-mulus banget. Plastic surgery di Korea memang luar biasa! Kosmetik nya juga luar biasa, murah banget. Korea itu surganya para pecinta kosmetik, terutama di Myeongdong, suatu area di Seoul yang isinya kebanyakan toko-toko kosmetik dan skin care nya Korea.

Myeongdong, The Heaven for Korean Beauty and Skin Care Products

Sebenarnya semua hal diatas itu tidak akan menjadi seru kalau “level kegilaan” teman seperjalanannya tidak sama. Untungnya sih teman seperjalanan saya ke Korea kemarin “level kegilaannya” sama dengan saya. Jadi semuanya terasa seru dan berkesan.

Di Korea juga saya bertemu kembali dengan teman lama saya yang memang asli orang Korea. Awalnya kami bertemu di Beijing saat kami sekolah bahasa disana. Ketika saya mengunjungi negara nya mereka, saya pun tidak lupa untuk contact semua teman Korea saya itu. Namun karena kesibukan mereka juga, jadi hanya beberapa orang saja yang bisa diajak ketemuan dan itu juga hanya beberapa jam saja. Walaupun begitu, saya merasa senang sekali bisa bertemu dengan mereka lagi saat hari kedelapan dan hari kesembilan saya di Korea. Mereka pun janji akan datang ke Indonesia, dan sampai saatnya nanti kami akan bertemu kembali.

One of my Korean bestfriend
Saranghae <3

Setelah reunian dengan teman Korea saya itu, saya menjadi tambah semangat untuk keliling negara lainnya lagi untuk reunian dengan teman saya di berbagai macam negara. Ada satu quote berbahasa Mandarin yang berbunyi, “ๆœ‰็ผ˜็š„ไบบๆ€ปๆ˜ฏๅ†่ง้ข” yang artinya ialah “Orang yang berjodoh pasti akan bertemu kembali.”

Saya merasa di setiap negara dan setiap kota yang saya kunjungi itu pasti ada kenangannya tersendiri. Saya ingin menorehkan kenangan indah sebanyak-banyaknya di berbagai macam negara. Saya juga ingin terus mempertahankan persahabatan saya dengan teman dari berbagai macam negara.

Setelah menulis pengalaman seru saya di Korea ini, saya jadi kangen Korea. Ingin rasanya pergi kesana lagi. Masih banyak tempat yang belum saya kunjungi di Korea. Masih ada teman lama yang belum sempat ketemu lagi juga di Korea. Waktu itu saya perginya di bulan Oktober untuk menikmati Autumn disana. Kalau nanti ada kesempatan ke Korea lagi, saya mau pergi di bulan Maret/April untuk menikmati Spring di Korea. Katanya sih kalau ke Korea itu enaknya pergi saat Autumn atau Spring.

Nah ketika saya merencanakan jalan-jalan, saya pasti selalu cari tiket murah. Alasannya, biar duitnya itu dipakai lebih banyak untuk hal lain seperti kuliner atau shopping ๐Ÿ˜› Lihat saja, itinerary dan budgeting ke Korea saya kemarin. Waktu itu saya mendapat tiket Airasia PP Jakarta-Seoul cuma 3,8 juta. Ini lah salah satu cara saya menekan budget ketika jalan-jalan.

Ketika saya mencari tiket murah, biasanya saya selalu track price di Skyscanner.com. Jadi setiap kali ada perubahan harga, kita selalu dikirimin infonya lewat Email oleh Skyscanner ini. Track price lewat Google Flights juga bisa sih, tapi biasanya harga di Skyscanner lebih murah. Karena kalau Skyscanner itu compare harga nya dari seluruh website yang jual tiket pesawat. Terus yang saya suka dari Skyscanner juga ialah ada banyak fitur nya, seperti pilihan Multicity, Penerbangan Terdekat, mau pakai Penerbangan apa, dll. Bahkan bisa cek harga per bulannya. Jadi lebih gampang untuk cek tiket murah.

Terima kasih Korea atas segala kenangan indah dan cerita serunya! Saranghae <3

“PLEASE BE A TRAVELER, NOT A TOURIST. TRY NEW THINGS, MEET NEW PEOPLE, AND LOOK WHAT’S RIGHT IN FRONT OF YOU. THOSE ARE THE KEYS TO UNDERSTANDING THIS AMAZING WORLD WE LIVE IN.”

20 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here