Di hari ketiga ini kami berangkat siang, sekitar jam 10.15 waktu setempat. Oleh karena itu kami langsung ke Yongkang Street biar sekalian makan siang. Yongkang Street itu terkenal dengan kulinernya. Ada banyak banget restoran yang recommended di Yongkang Street. Saya pun sudah mencatat nya di dalam list saya 😀

Perjalanan menuju Yongkang Street dari Ximending memakan waktu sekitar 1 jam, naik bus ditambah dengan berjalan kaki. Begitu sampai di Yongkang Street, saya melihat ada COCO. Wah, saya langsung excited banget soalnya COCO adalah minuman bubble tea favorit saya. Ada begitu banyak cafe dan restoran menarik di Yongkang Street ini. Rasanya saya ingin mencicipi satu-satu cafe yang ada disini 😀

Akhirnya pilihan kami jatuh pada restoran noodle terkenal bernama Du Xiao Yue
度小月. Perlu diperhatikan, noodle ini tidak halal ya. Restorannya bagus, mewah, punya kesan tradisional, makanannya juga enak. Saya pribadi suka dengan suasana tradisional yang ada di restoran ini.

Karena kami belum kenyang, jadi kami mencari restoran lainnya lagi. Kami pun random nemu restoran khas Jepang yang sepertinya menarik, karena rame gitu dan tempatnya juga lucu. Begitu masuk ke dalam restorannya, wah ini berasa lagi di Jepang banget. Saya suka sekali dengan suasana restoran itu. Kami pun memesan ramen. Dan ini adalah ramen terenak yang saya makan di Taiwan! Very recommended 😉 Nama restoran ini ialah Fei Man Wu 肥鳗屋.

Setelah puas makan 2 round, kami kembali jalan-jalan di Yongkang Street. Lalu ada yang menarik perhatian kami. Ada sekumpulan high school students yang lagi menyanyi sambil bermain gitar, dan mereka kompak sekali. Suara dan irama gitar mereka sangat merdu. Kami semua sangat menikmatinya. Sepertinya mereka sedang mencari dana.

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke Sun Yat Sen Memorial Hall dengan berjalan kaki. Saat di perjalanan, kami nemu ada universitas NTUT (National Taipei University Technology). Kami pun iseng masuk ke kampus nya. Tidak ada apa-apa sih sebenarnya, dan sepi juga. Jadi kami hanya numpang ke toilet, terus lanjut lagi ke Sun Yat Sen. LOL :))

National Taipei University Technology

Sesampainya di Sun Yat Sen Memorial Hall sudah sekitar pk15.20. Awalnya saya pikir Sun Yat Sen Memorial Hall ini mirip-mirip dengan Chiang Kai Shek Memorial Hall. Di dalam memorial hall nya Sun Yat Sen sendiri memang ada guard nya, seperti di Chiang Kai Shek. Eh ternyata persis di luar Memorial Hall nya ada banyak yang latihan dance, nyanyi-nyanyi, banyak juga yang sekedar nongkrong-nongkrong. Bahkan ada juga performance berbagai alat musik (violin, seruling, dll) yang menyanyikan lagu tradisional China. Hari itu memang hari Minggu, mungkin karena itu rame banget disana. Turis bercampur sama orang lokal yang lagi pada nongkrong.

Sun Yat Sen Memorial Hall ini memang tempat yang nyaman untuk nongkrong. Apalagi waktu itu cuacanya cerah. Dari sini juga bisa terlihat menara Taipei 101, dan ada air mancur yang indah, beserta dengan Taiwan’s national flag. Perfect pic in 1 frame 😀

Sun Yat Sen Memorial Hall

Kami pun menghabiskan waktu sekitar 1.5 jam disini. Karena hari minggu, saya berpikir untuk ke wihara. Ada 2 teman saya juga yang beragama Buddha. Jadi sekitar pk17.00 kami melanjutkan perjalanan ke Longshan Temple dengan menggunakan subway / MRT. Longshan Temple adalah kuil yang paling besar dan tertua di Taiwan.

Longshan Temple

Sesampainya di Longshan Temple pk17.30, kami langsung masuk ke kuil nya. Tidak ada biaya masuk disini, tidak seperti kuil yang ada di China, yang kalau mau masuk ke kuil aja harus bayar. Kami pun hanya pai-pai aja, tidak pasang dupa. Memohon agar perjalanan kami di Taiwan ini lancar dan dijauhkan dari bahaya.

Love the details of this temple

Setelah itu, kami langsung lanjut ke Night Market. Malam itu kami memilih Ningxia Night Market. Kami sampai di Ningxia Night Market sekitar pk19.00 waktu setempat. Dibandingkan dengan malam sebelumnya di Shilin Night Market, saya lebih suka Ningxia Night Market. Suasananya lebih ramai, dan di sepanjang jalan itu isinya makanan dan minuman semua. What a heaven! 😀

Ningxia Night Market

Ada begitu banyak jajanan yang kami cicipi. Dan itu semua enak-enak. Penjual nya juga kebanyakan ramah semua. Banyak yang nanya, kami asalnya dari mana. Ada juga anak kecil yang lucu banget. Kami pun mengobrol dengan anak kecil itu memakai bahasa Mandarin. Untungnya bahasa Mandarin saya masih lancar, walau udah jarang banget dipake 😀

Some of street foods at Ningxia Night Market. I love that cute “little pig” 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here