Karena di hari keempat kami di Taiwan ini, kami mau ke kota lain yaitu Taichung, kami pun berangkat pagi-pagi dari penginapan. Kami sudah membeli tiket kereta THSR (Taiwan High Speed Rail) online dengan harga sekitar Rp250.000an per orang, jadi tidak perlu repot lagi membeli tiket kereta dari Taipei – Taichung. Lagipula beli online ini lebih murah daripada beli langsung disana.

THSR Counter at Taipei Main Station

Sekitar jam 8 lewat kami berangkat dari penginapan kami di Ximending menuju Taipei Main Station. Sesampainya di Taipei Main Station, kami langsung menukarkan tiket fisik di counter THSR nya dengan menunjukkan e-voucher dari HP dan Passport. Setelah tiket fisik kami dapatkan, kami berlari-lari menuju kereta nya karena katanya beberapa menit lagi akan berangkat.

Interior and Exterior THSR Taiwan

Kereta pun akhirnya berangkat pk09.46 waktu setempat. Untuk schedule kereta THSR bisa dilihat disini. Namanya juga kereta cepat, perjalanan dari Taipei (Taiwan utara) ke Taichung (Taiwan tengah) ini hanya ditempuh dalam waktu 1 jam saja. Kalau naik kereta biasa itu sekitar 2 jam perjalanan.

Welcome to Taichung!

Sesampainya di Taichung pk10.46, kami langsung menuju penginapan airbnb kami dengan menggunakan taxi. Perjalanan memakan waktu sekitar 20 menit. Berdasarkan peta, seharusnya kami sudah sampai di airbnb kami. Namun yang kami temui ialah restoran keluarga kecil gitu, dan ketika saya tanya mereka bukanlah airbnb kami. Saya pun kasih liat ke mereka alamatnya, katanya itu ada di seberang dari restoran itu. Tapi mereka juga tidak begitu yakin, dan tidak begitu ramah juga. Akhirnya kami mencari orang lain lagi di sekitaran situ yang bisa ditanya.

Kebetulan ada kedai mie bernama 品味拉面 yang sepertinya enak. Kami pun makan siang dulu disana sekalian minta tolong ke bos kedai itu untuk membantu kami menelepon orang airbnb nya. Sayangnya orang airbnb nya tidak bisa ditelp. Saya juga sudah chat di aplikasi airbnb nya tapi belum ada jawaban.

品味拉面

Itu adalah salah satu mie terenak yang kami makan di Taiwan. Bos kedai mie nya juga ramah dan baik banget. Recommended! 🙂 Sambil kami makan, bos kedai mie nya terus menerus coba telp lagi dan berhasil diangkat. Katanya kami akan dijemput di sekitaran situ juga.

Setelah selesai makan, kami jalan ke sebelah kiri dan kami langsung bertemu dengan staff airbnb nya. Dia pun mengantar kami ke penginapan airbnb kami yang ternyata masuk lagi ke gang gitu. Pantesan tadi kami bingung dimana airbnb nya. Setelah beberes dan menaruh tas, kami mau langsung jalan. Tadinya rencana mau ke Cingjing Farm untuk melihat domba-domba dan padang rumput. Tapi kata staff airbnb nya Cingjing Farm itu jauh banget, saat itu saja sudah pk13.00 waktu setempat, sudah kesiangan kalau mau ke Cingjing Farm. Lebih baik muterin kota Taichung nya saja.

Airbnb in Taichung

Karena orang lokal yang menyarankan seperti itu, kami pun akhirnya ga jadi ke Cingjing Farm dan memutuskan untuk jalan-jalan di Taichung nya saja. Di Taichung nya sendiri kami juga sudah punya list tempat yang mau dikunjungi. Tujuan pertama kami saat itu ialah ke National Taichung Theater.

Bus in Taichung

Sesuai google maps, dari airbnb kami itu naik bus menuju National Taichung Theater. Enaknya di Taichung ini ialah bus nya gratis dalam jarak 10km. Meskipun gratis, tetap harus tap kartu transportasi Easy Card nya. Supir bus di Taichung juga rada sadis bawanya, mirip Kopaja gitu deh.

National Taichung Theater

Sekitar jam 14.00 waktu setempat, kami pun sampai di National Taichung Theater. National Taichung Theater ini baru buka tahun 2016 dan merupakan opera house kebanggaan Taiwan. Kami kesini bukan mau liat pertunjukan, tapi cuma mau foto-foto aja 😛 Karena memang bangunan nya yang artistik. Katanya ini memang salah satu tempat instagrammable gitu di Taichung. Kami lumayan lama foto-foto disini, sekitar 2 jam lah.

So artistic, isn’t it?
Jeane in action 😛
ALLC goes to Taichung!

Kami pun melanjutkan perjalanan ke Gaomei Wetlands dengan naik bus. Namun sebelum itu, kami mampir sebentar ke minimart seberang National Taichung Theater untuk mengganjal perut. Perjalanan ke Gaomei Wetlands memang lumayan lama, karena letaknya yang memang diujung gitu, dekat dengan pantai.

Gaomei Wetlands before and after sunset

Kami sampai di Gaomei Wetlands sekitar pk17.00. Tujuan kami disini memang untuk melihat sunset, karena katanya sunset disini bagus. Malah bisa dibilang, ini adalah tempat terbaik untuk menikmati sunset di Taichung, Taiwan.

While waiting for the sunset
Sunset in Gaomei Wetlands is the best!

Kami pun tidak perlu menunggu lama sampai sunset nya muncul. Kami pun mulai melihat sunset pk17.40 waktu setempat. Sayangnya lokasi kami itu tidak pas dengan sunset nya, jadi sunset nya itu cuma kelihatan sedikit dari kejauhan.

Kami pun kemudian menunggu bus yang arah ke Taichung city nya lagi. Lumayan lama juga nunggunya, apalagi itu sudah malam dan lumayan dingin. Tadinya kami pikir mau naik taxi, tapi kami pikir pasti mahal karena jaraknya yang jauh. Untungnya masih ada bus, dan katanya itu melewati Fengjia Night Market.

Kalau tidak mau repot, sebenarnya ada day tour gitu dengan itin yang kurang lebih mirip dengan saya ini, sudah disediakan transportasi nya juga. Jadi tidak usah repot nunggu bus atau naik taxi lagi. Sayangnya saya baru tahu setelah pulang dari Taiwan.

Fengjia Night Market

Sekitar pk20.15 kami akhirnya sampai di Fengjia Night Market. Ini adalah night market terbesar di Taichung dan bahkan yang terbaik juga di Taiwan. Selama saya di Taiwan, night market ter-favorit saya ialah Fengjia Night Market ini.

The popular Tiger Sugar

Begitu sampai di Fengjia Night Market, kami langsung mencari Tiger Sugar yang terkenal itu. Karena memang Brown Sugar Boba Fresh Milk Tiger Sugar itu asalnya dari Taichung. Menurut saya sih rasanya biasa aja ya. Saya pribadi tetap lebih suka COCO atau 50嵐 (the original KOI). Kami juga mencicipi banyak street foods di Fengjia Night Market. Enak banget!

Street foods at Fengjia Night Market

Saya juga suka sekali dengan suasana di Fengjia Night Market ini. Karena memang disini ada universitas Fengjia, jadi ada banyak anak muda nya gitu. Seru deh menyusuri night market yang satu ini. Wajib dikunjungi buat kamu yang mau ke Taiwan! 😉

Love to stroll around Fengjia! 😀

Kami pun akhirnya pulang ke airbnb kami sekitar pk00.00 waktu setempat. Karena banyak toko dan jajanan pinggir jalan yang udah pada tutup juga. Airbnb kami lumayan dekat dengan Fengjia Night Market, jadi kami tinggal jalan kaki menuju airbnb kami itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here