Ketika saya ada kesempatan jalan-jalan ke Hangzhou beberapa waktu lalu, Lingyin Temple ini lah yang menjadi tujuan utama saya.

Bayangkan sebuah wihara berada di tengah dua gunung. Lingyin Temple, atau dalam bahasa Inggris nya “Temple of Soul’s Retreat” ini terletak di antara puncak Gunung Feilai dan Beigao. Wihara ini terletak di Gunung Wulin dan barat laut West Lake Scenic Area di Hangzhou. Lingyin Temple adalah wihara Chan Buddhist yang terletak di delta Sungai Yangtze, dan juga merupakan salah satu dari 10 wihara agama Buddha terbesar di Tiongkok. Lingyin Temple didirikan pada zaman Jin Timur, hingga kini sudah berusia 1.600 tahun. Berskala paling besar semasa zaman Wu Yue (dinasti Wu Dai), dengan gedung sebanyak 9 buah, 18 buah paviliun, 72 balairung dan 1.300 lebih rumah serta jumlah biksu mencapai 3.000 orang.

Hangzhou Railway Station

Begitu sampai di Hangzhou Railway Station, saya naik bus langsung ke Lingyin Temple. Dari Hangzhou Railway Station itu ada 2 bus yang langsung ke Lingyin Temple, yaitu Y2 City Bus Line – Lin Yin Stop (sekitar 12 pemberhentian), dan K7 Bus Line – Lin Yin Stop (sekitar 15 pemberhentian).

Sekitar pk10.30 waktu setempat, saya pun sampai di Lingyin Temple. Harga tiket masuk ke area Lingyin Temple (Peak Flying from Afar) ialah 45 RMB. Ada juga yang harganya 30 RMB, tapi itu khusus untuk Lingyin Temple nya saja. Jadi totalnya 75 RMB. Dan kalau mau ke Lingyin Temple nya saja yang 30 RMB itu tidak bisa ya. Kamu harus bayar 75 RMB gitu jadinya. Tapi kalau saya sih pilihnya yang 45 RMB saja karena di sekitaran Lingyin Temple nya ini banyak yang bisa kita lihat, seperti Stone Carvings at Peak Flying From Afar, Yongfu Temple, dan Taoguang Temple. Area kompleks Lingyin Temple ini besar dan luas sekali.

Tiket Masuk kawasan Lingyin Temple
Entrance

Begitu memasuki area kompleks Lingyin Temple, saya langsung terpesona dengan keindahan alam yang ada di Lingyin Temple ini. Tempatnya begitu rindang, banyak pepohonan, bahkan saya merasa seperti berada di dalam hutan.

Tempat yang pertama saya lihat ialah “Statues on Feilaifeng Peak”, atau patung-patung di puncak Feilaifeng. Saya melihat ada banyak sekali patung Buddha yang diukir dari batu dan diletakkan menggantung di bebatuan. Tidak hanya itu, saya juga melihat ada pagoda yang ukurannya cukup tinggi, bernama Ligong Pagoda 理公塔. Katanya Pagoda ini ialah satu-satunya Pagoda di Hangzhou yang berasal dari zaman dinasti Ming.

Kemudian ada goa yang bernama “Longhong Cave 龙泓洞” atau yang biasa juga disebut sebagai “Cave of Leading to the Sky” atau “Guayin Cave”. Saya pun memasuki goa ini dan saya melihat ada tulisan-tulisan yang diukir di dinding goa. Setelah keluar dari goa, saya menoleh ke belakang lagi dan saya melihat sesuatu yang menakjubkan bagi saya. Saya sangat terpesona dengan keindahan yang saya lihat saat itu.

Statues on Feilaifeng Peak
Statues on Feilaifeng Peak
Ligong Pagoda
Longhong Cave 龙泓洞
Captivated by the surroundings in Lingyin Temple, Hangzhou

Lalu saya berjalan lagi dan akhirnya saya melihat patung Buddha Maitreya yang menjadi icon nya Lingyin Temple ini. Saya pun kemudian lanjut jalan lagi, menyusuri sungai kecil yang ada disitu. Disekitar sini juga ada banyak sekali patung-patung Boddhisattva dan Mahasattva. Jadi di sebelah kanan saya ialah patung-patung itu dan di sebelah kiri saya ialah sungai kecil. Nah, di sebelah kanan saya itu ternyata ada juga jalanan yang menuju keatas gitu. Saya juga tidak tahu itu jalanan akan mengarah kemana. Tapi saya melihat ada beberapa orang naik keatas, jadi saya coba ikuti. Tapi ternyata semakin keatas semakin sedikit orangnya, bahkan sampai tidak ada orang sama sekali. Apalagi itu tuh suasananya seperti hutan gitu ya, jadi saya agak sedikit takut. Saya pun turun lagi ke bawah ke dekat sungai itu.

Maitreya Buddha Statue
The small river

Setelah itu saya melihat ada sebuah kuil dimana kita harus menunjukan tiket masuk lagi kesana. Dan ternyata itu adalah kuil Lingyin nya itu. Seperti yang sudah saya jelaskan diawal, kalau kita mau masuk ke kuil Lingyin nya ini harus bayar lagi 30 RMB. Karena saya hanya beli tiket untuk yang di kompleks kuil Lingyin nya saja, jadi saya tidak bisa masuk kesana. Di sekitaran kuil Lingyin ini saya melihat para biksu yang memakai jubah warna coklat.

Lingyin Temple Entrance

Karena tidak bisa masuk ke kuil Lingyin, saya pun kemudian mengunjungi Yongfu Temple / Yongfu Buddhist Monastery yang ada di kompleks Lingyin Temple ini. Yongfu Buddhist Monastery terletak di kaki gunung Shisun Mountain yang berada di sebelah barat nya Linyin. Persis sebelum memasuki Yongfu Monastery, saya melihat taman yang sangat indah dengan adanya berbagai macam pepohonan.

Yongfu Buddhist Monastery Entrance

Yongfu Monastery terdiri dari 5 courtyards, yaitu Puyuan Jingyuan (Puyuan Purity), Jialing Jiangyuan, Ziyan Huiyuan (Ziyan Wisdom), Guxiang Tanyuan (Guxiang Meditation) dan Fuquan Chayuan (Fuquan Teahouse). Begitu memasuki Yongfu Monastery, saya langsung menuju Puyuan Purity Courtyards. Dulu pada jaman Dazhong Xiangfu di Dinasti Song, Yongfu Monastery itu disebut sebagai Puyuan Monastery. Dan sekarang karena Avalokiteshvara Hall sebagai hall utama dari Courtyard ini mengekspresikan ‘Dharma of Pure Land’, maka dari itu namanya menjadi Puyuan Purity Courtyard.

Puyuan Courtyard Map
Avalokiteshvara Hall

Kemudian saya jalan lagi ke Jialing Jiangyuan. Hall utama di Jialing Jiangyuan ini ialah Fan Lai Hall yang merupakan Main Lecture Hall dan Music Hall di Yongfu Monastery. Fan Lai Hall adalah multifunctional art hall pertama di Hangzhou. Di Hall ini kita bisa melihat Buddhist Calligraphy dan lukisan yang dipajang. Ada juga beberapa buku Buddhist Art Literature yang bisa dibaca.

Jialing Jiangyuan
Buddhist Paintings and Books

Setelah itu saya jalan lagi ke Ziyan Wisdom Courtyards. Dulu di belakang Yongfu Monastery ada sebuah gunung bernama Ziyan Mountain. Oleh karena itu, jadi bernama Ziyan Monastery atau yang sekarang disebut sebagai Ziyan Wisdom Courtyard. Hall utama di Ziyan Courtyard ini ialah Daxiong Main Hall (Hero Hall) yang di dalamnya terdapat patung Buddha Sakyamuni beserta dengan para murid utama nya yaitu Ananda dan Maha Kassapa, dan beberapa patung lainnya juga. Dari courtyard ini kita juga bisa melihat pemandangan indah West Lake, Fei Lai Feng, dan North Peak. Sayangnya saat saya kesana ada kabutnya gitu, jadi pemandangannya tidak kelihatan.

Ziyan Courtyard Map

Selanjutnya saya ke Guxiang Tanyuan (Guxiang Meditation) Courtyard. Karena tempatnya yang agak jauh, maka tempat ini cocok untuk meditasi. Oleh karena itu, namanya ialah Guxiang Meditation Courtyard. Hall utama di Guxiang Meditation Courtyard ini adalah Zangjing Ge, dan disini terdapat patung Buddha Sakyamuni yang langka. Lalu ada juga Sansheng Hall yang di dalamnya terdapat Buddha Amitabha, Avalokiteshvara, dan Mahasthamaprapta.

Guxiang Courtyard Map
Guxiang Meditation Courtyard

Saya kemudian juga melihat Fuqian Chayuan (Fuqian Teahouse) dari kejauhan. Ini adalah tempat makan yang ada di Yongfu Monastery. Disini tersedia makanan vegetarian dengan pemandangan kebun teh. Karena saya belum ingin makan, jadi saya hanya melihat dari kejauhan saja.

Fuqian Teahouse

Yongfu Buddhist Monastery ini sudah saya jelajahi semua. Saya pun bergerak lagi menuju kuil berikutnya yaitu Taoguang Temple. Taoguang Temple yang dibangun saat Dinasti Tang ini terletak di sebelah barat laut Lingyin Temple. Untuk menuju Taoguang Temple ini harus menaiki banyak sekali anak tangga. Seperti sedang hiking gitu. Dan di sekelilingnya ada hutan bambu, jadi kesannya seperti berada di dalam sebuah hutan.

Setelah 10-15 menit naik anak tangga, saya pun sampai di Taoguang Temple. Hall pertama yang saya kunjungi ialah Daxiong Baodian 大雄宝殿 yang di dalamnya terdapat patung Buddha. Lalu naik anak tangga lagi keatas masih ada hall lainnya lagi yang di dalamnya juga terdapat patung para Boddhisattva Mahasattva.

Daxiong Baodian 大雄宝殿

Saat berada di hall yang paling atas, saya merasa sangat lega. Akhirnya telah selesai menjelajah Taoguang Temple ini, dan itu artinya juga telah selesai menjelajah kawasan Lingyin Temple. Butuh perjuangan banget untuk sampai di Taoguang Temple ini karena harus menaiki banyak sekali anak tangga. Lelah, tapi saat sudah mencapai atas lega sudah. Sebenarnya saat sampai di hall yang paling atas, saya melihat masih ada anak tangga nya lagi keatas. Tapi karena agak worry juga ya, itu akan mengarah kemana, jadi saya tidak lanjutin lagi. Saya pun istirahat sejenak di depan hall dan kemudian turun lagi ke bawah.

Akhirnya sekitar pk14.00 waktu setempat, saya meninggalkan kawasan Lingyin Temple ini. Lingyin Temple ini adalah salah satu wihara yang paling indah yang pernah saya kunjungi. Jika kamu ke Hangzhou, Lingyin Temple is a must-visit! 😀

2 COMMENTS

    • Halo Flavi,
      Waktu itu sih aku nginep nya di Hangzhou YMCA International Youth Hostel. Aku pilih yang satu kamar isi beberapa orang, cewek semua. Tapi karena aku berdua doang waktu itu, jadi gabung sama orang lain juga. Aku sih ga rekomen kamu disana ya, karena bangunannya tua gitu, agak-agak serem gimana gitu. Kamar mandi nya juga agak gelap, aku sama temen aku malah jadi ga berani mandi :))) Tapi di Hangzhou ada beberapa International Youth Hostel sih. Coba baca-baca aja review nya di booking.com atau tripadvisor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here