Belitung mempunyai banyak pulau-pulau kecil yang bisa kita kunjungi, seperti Pulau Burung Garuda, Pulau Pasir, Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang / Pulau Babi, Pulau Batu Berlayar, dan Pulau Kelayang. Untuk mencapai pulau-pulau itu, kita start nya dari Pantai Tanjung Kelayang. Dari Pantai Tanjung Kelayang itu, kita bisa sewa boat seharian untuk island hopping. Waktu itu sih kami sudah booking boat nya dari jauh-jauh hari. Jadi saat kami contact tour & travel di Belitung untuk sewa mobil dan supir itu, kami sekalian sewa boat nya juga. Sewa boat itu kena Rp500.000/kapal. Waktu nya juga bebas, mulai jam berapa, beres jam berapa itu terserah kita. Waktu itu sih kami mulai naik boat pk10.00 sampai pk15.00. Sebenarnya kami bisa aja island hopping lagi sampai pk16.00 atau lebih, tapi waktu itu turun hujan besar jadi pk15.00 juga sudah beres island hopping nya.

Perjalanan dimulai dari hotel sekitar pk08.45, lalu karena kami pikir akan makan siang di dalam kapal, jadi kami beli bekal dulu untuk makan siang. Kami beli nasi kotak di sebuah “warteg” Chinese gitu. Sekitar 1 jam perjalanan yaitu pk09.50, kami pun sampai di Pantai Tanjung Kelayang, tempat start melakukan island hopping.

“Warteg” Chinese. Yang unik disini ialah nasi kotak nya yang dibungkus dengan daun :))
Di seberang warteg Chinese itu ada sebuah rumah kuno yang Chinese banget! Antik banget ini rumah
Dalam perjalanan menuju Tanjung Kelayang
Dermaga Tanjung Kelayang
Main ayunan dulu yuk 😀

Di Pantai Tanjung Kelayang ini ada toilet nya, jadi kalau yang mau ganti pakaian bisa disini. Namun karena kami bakal “foto-foto cantik” dulu jadi kami memutuskan untuk ganti pakaian di Pulau Lengkuas saja. Disana juga ada toilet nya, bisa untuk ganti pakaian. Supir kami, Pak Wawan, tidak ikut bersama kami melakukan island hopping. Jadi dia menunggu saja di Pantai Tanjung Kelayang ini. Sementara kami akan melakukan island hopping bersama kedua “awak kapal” kami.

Let’s go!

Pulau pertama yang akan kami kunjungi ialah Pulau Burung Garuda, atau disebut juga Pulau Burung. Tapi kami tidak turun ke Pulau ini, hanya foto-foto saja dari dalam kapal dengan background nya Pulau Burung Garuda ini. Dinamakan Pulau Burung karena di pulau ini ada sebuah batu geranit besar yang menyerupai kepala burung. Batu berbentuk burung ini menjadi ikon keindahan batu-batu granit di Belitung.

Getting ready to go to Pulau Burung
Di dalam kapal 😀
Foto bersama Pulau Burung
GB Girls. Geng rempong sejak kuliah 😀

Pulau berikutnya ialah Pulau Pasir. Pulau Pasir adalah salah satu tempat wisata unik yang terdapat di Belitung. Ya, pulau Pasir ini memang hanya bisa dilihat dan dinikmati pada saat air laut surut. Kalau laut sedang pasang, pulaunya akan tenggelam dan hilang sama sekali. Oleh karena itulah, biasanya kalau mau ke Pulau Pasir ini harus pagi-pagi, kalau sudah kesiangan atau kesorean, pasti Pulau nya sudah tenggelam. Disebut Pulau Pasir, karena yang ada di pulau ini hanyalah hamparan pasir putih dengan butiran halus yang dikelilingi pantai dengan air yang sangat bersih dan jernih. Di Pulau Pasir ini juga lah kita bisa melihat Bintang Laut alias si Mr.Patrick 😀 Kata si mas nya sih, kita boleh angkat Bintang Laut untuk foto, tapi ga boleh lama-lama. Paling hanya 1-2 menit saja kalau mau angkat, kalau tidak Bintang Laut nya bisa mati, kehilangan napasnya.

Patrick Star
Salam 2 jari dari Pulau Pasir 😀
Hahahihi bersama ciwik-ciwik 😀
Going to Lengkuas Island

Setelah Pulau Pasir, kami menuju Pulau selanjutnya yaitu Pulau Lengkuas. Sesampainya di Pulau Lengkuas, kami foto-foto cantik dulu 😀 Disini ada begitu banyak bebatuan granit yang besar-besar, bagus banget buat foto. Pas kami masih asik foto-foto, eh turun hujan! Tapi karena turun hujan itulah, yang tadinya ramai banyak orang yang foto, jadi tinggal kami doang yang foto-foto. Hasilnya jadi bagus, karena keliatannya pantai nya sepi. Padahal mah rameee, cuma karena hujan aja waktu itu. Ini judulnya, “Hujan Membawa Berkah” LOL :))) Disini juga katanya ada yang namanya “Kolam Bidadari”. Kolam bidadari adalah bagian dari pantai yang di kelilingi oleh batu-batu granit. Sayangnya, saat kami kesana kolam nya lagi surut. Jadi tidak bisa berenang cantik di Kolam Bidadari ini.

Kapal-kapal di Pulau Lengkuas
Enjoying the beauty of Lengkuas Island
Lengkuas Island with my girls
GB Girls

Di Pulau Lengkuas ini terdapat sebuah Mercu Suar berlantai 18 peninggalan penjajahan Belanda yang berangka tahun 1882 dengan focal plane 61 meter, dan masih aktif berfungsi untuk navigasi laut. Yang kami baca di internet sih, kita bisa naik sampai atas nya Mercu Suar ini. Terus foto-foto deh dari atas Mercu Suar itu. Tapi sayangnya, saat kami kesana ternyata sudah tidak bisa lagi naik Mercu Suar ini, karena katanya sudah banyak Pungli nya. Jadi ditutup untuk umum sementara waktu. Tidak tahu kapan bisa dibuka untuk umum lagi.

Mercusuar di Pulau Lengkuas

Setelah kami foto-foto, kami pun segera ke toilet untuk ganti pakaian. Setelah ganti pakaian, siap-siap mau snorkeling, eh hujannya malah berhenti. Emang sudah rejeki kami ya, untuk bisa snorkeling dengan cuaca yang cerah 😀

GB Girls at Lengkuas Island
Had a lot of fun at Lengkuas Island. My “Beach” hair was done by my crazy friends.
Having fun with my girls on the beach 😀

Jadi, di Belitung itu spot yang bagus untuk snorkeling nya ada di Pulau Lengkuas dan Pulau Kepayang/Pulau Babi. Kami rencananya snorkeling di Pulau Lengkuas dulu, baru abis itu ke Pulau Babi. Dari Pulau Lengkuas kami naik boat hanya beberapa menit lalu sampai di spot snorkeling nya itu. Lalu kami pun diberikan alat-alat snorkeling (life jacket & snorkel) beserta instruksi snorkeling nya. Walaupun kami sudah pernah snorkeling, tapi tetap diberikan instruksi. Karena saya memang bisa berenang, jadi saya tidak memakai life jacket nya. Sementara teman-teman saya yang lain, karena mereka tidak bisa berenang jadi mereka pada pakai life jacket. FYI, life jacket & snorkel nya memang sudah kami pesan sebelumnya dengan harga Rp20.000 per orang. Ini sih harga nya harga diskon ya, pinter-pinter nawar nya saja. Harga normal nya itu sekitar Rp40.000 per orang.

Underwater di Pulau Lengkuas ini memang sangat indah! Saya melihat ada banyak ikan nemo, lalu ada banyak terumbu karang juga yang masih bagus. Bahkan ada yang bentuknya seperti bunga. Tapi sayangnya karena kamera Gopro nya dipegang sama si mas nya, jadi kami tidak ada foto terumbu karang yang bentuknya seperti bunga itu. Disini sih katanya tidak ada bulu babi ya, jadi tenang saja. Kalau ada bulu babi nya itu artinya ekosistem nya itu sudah rusak. Tapi disini masih bagus kok 🙂

Snorkeling di Pulau Lengkuas
Ikan Ikan Nemo 😀
Ketika kami snorkeling…
Jeane on action 😛

Setelah snorkeling selama kurang lebih 1 jam 15 menit di Pulau Lengkuas, kami pun melanjutkan perjalanan ke Pulau Kepayang/Pulau Babi. Pulau Kepayang disebut juga sebagai Pulau Babi. Katanya sih dulu ada peternakan babi disini, tapi ada juga yang bilang disebut pulau Babi karena ada batu granit raksasa yang bentuknya mirip babi. Entahlah mana yang benar, yang pasti sekarang namanya ialah Pulau Babi. Pulau Babi ini terdiri dari 2 pulau, yaitu Pulau Babi Besar dan Pulau Babi Kecil. Karena kedua pulau ini letaknya berdekatan, kita sebenarnya bisa jalan kaki juga dari Pulau Babi Kecil ke Pulau Babi Besar. Di Pulau Kepayang ini juga ada restoran, katanya sih ini satu-satunya restoran yang ada di pulau-pulau kecil di Belitung. Jadi kalau tidak beli bekal, bisa makan di Pulau Kepayang ini.

Pulau Babi

Spot Snorkeling di Pulau Babi. Jernih banget yaaa airnya, dan langsung keliatan terumbu karangnya

Awalnya kami memang rencana mau snorkeling di Pulau Babi ini. Katanya sih, ini spot yang paling bagus untuk snorkeling di Belitung. Tapi begitu sampai di spot snorkeling nya, teman-teman saya pada parno gitu karena dari atas kapal saja sudah keliatan banget terumbu karang nya. Takut kena terumbu karang, akhirnya kami pun batal snorkeling di Pulau Babi ini. Ya setidaknya, kami sudah snorkeling deh di Pulau Lengkuas.

Kami pun akhirnya cuma mampir di Pulau Babi Besar untuk foto-foto. Disini ada banyak sekali bebatuan granit yang besar-besar. Berbeda dengan bebatuan granit yang ada di Pulau Lengkuas, bebatuan di Pulau Babi Besar ini ukurannya lebih besar lagi. Saya waktu itu naik ke bebatuan yang paling tinggi disini, dan pemandangannya luar biasa bagusss! Jadi dibawah nya itu langsung laut. Lalu ada hutan kecil gitu juga disini, jadi tambah sejuk.

Ketika baru sampai di Pulau Babi
Berenang-renang cantik di Pulau Babi
Hello from Babi Island!
GB Girls on action

Sekitar pk14.15 kami meninggalkan Pulau Babi dan bergerak menuju destinasi selanjutnya, yaitu Pulau Batu Berlayar dan Pulau Kelayang. Disebut pulau Batu Berlayar karena batunya berdiri seperti akan membentangkan layar. Dari Pulau Kepayang, Pulau Batu Berlayar bisa dicapai dengan waktu sekitar 10 menit. Nah, kalau Pulau Kelayang katanya sih bagus banget. Ada goa-goa dan Telaga Bidadari. Telaga Bidadari itu maksudnya hanyalah bagian dari pantai yang dihimpit oleh batu-batu granit berukuran raksasa. Tapi sayangnya waktu itu tiba-tiba turun hujan yang sangat besar. Karena parno takut kenapa-napa di kapal, jadi kami memutuskan untuk langsung balik lagi ke Pantai Tanjung Kelayang. Tidak sempat mengunjungi Pulau Batu Berlayar dan Pulau Kelayang.

Waktu menunjukkan sekitar pk15.00 ketika kami sampai di Pantai Tanjung Kelayang lagi. Saat itu kami belum menyentuh makan siang kami sama sekali. Karena keasikan main di pulau dan snorkeling, jadi sia-sia deh kami bawa bekal untuk makan di kapal. Lagipula kami tidak merasa lapar loh, mungkin karena terlalu excited! LOL. Kami sih akhirnya balik ke hotel lagi untuk mandi dan makan. Jadi akhirnya kami makan bekel kami itu di hotel.

Jadi sedikit tips nih dari saya, kalau mau bawa bekel, makanlah di kapal. Jangan menunda-nunda makan siang. Karena si “awak kapal” juga tidak akan makan siang kalau penumpang nya tidak makan. Karena orang Belitung itu katanya suka tidak enakan alias merasa sungkan. Waktu itu sih kami beli bekel nya memang sudah sekalian untuk si kedua awak kapal kami itu. Kami juga ada kasih tips untuk mereka berdua, karena mereka juga sudah capek, belum makan siang, terus sering banget bantu kami foto-foto. Hasil foto-foto nya juga bagus-bagus, mungkin karena sudah biasa fotoin orang ya, jadi tau angle yang bagus seperti apa. Oh ya, kami juga ada sewa Gopro seharian karena tidak ada satupun dari kami yang bawa kamera underwater/kamera action. Kami sewa nya dari tour&travel yang kami contact itu, dia ada sewain Gopro juga. Sehari itu kami kena Rp100.000. Karena kami berempat jadi per orang nya Rp25.000.

Overall, saya puas banget island hopping di Belitung ini. Belitung mempunyai pulau-pulau kecil yang sangat indah. Masing-masing pulau juga ada ciri khas nya masing-masing. Pulau Burung Garuda dengan bebatuan yang mirip dengan burung, Pulau Pasir yang cuma ada kalau air laut sedang surut, Pulau Lengkuas dengan Mercusuar dan Kolam Bidadari nya, Pulau Kepayang / Pulau Babi yang mempunyai bebatuan granit sangat besar, Pulau Batu Berlayar dengan bebatuan granit yang berdiri seperti akan membentangkan layar, dan Pulau Kelayang dengan goa-goa eksotis dan Telaga Bidadari nya.

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here