15.10.2016. Di hari ketujuh ini kami berangkat siang lagi yaitu sekitar pk10.00 waku setempat. Karena jadwal kami hari ini juga tidak terlalu padat, yaitu ke Bukchon Hanok Village, N-Seoul Tower, dan kalau sempat ke Banpo Bridge untuk melihat Rainbow Fountain yang terkenal indah itu.

Perjalanan dimulai dari Uwa Guesthouse ke Bukchon Hanok Village dengan menggunakan bus. Kalau naik subway sih turunnya di Anguk Station. Kami juga yang naik bus turunnya daerah Anguk. Nah, disini ada banyak toko rental Hanbok. Daripada lama milih toko rental nya, kami asal pilih toko aja. Saya sih saranin untuk booking in advance dulu. Biasanya ada diskon kalau booking online gitu. Jadi ga usah pusing-pusing milih toko rental nya juga pas udah sampe sana.

Waktu itu kami rental Hanbok nya di Byulgungteo Hanbok. Walaupun tempatnya kecil tapi disini tersedia berbagai macam pilihan Hanbok. Waktu itu kami mendapat harga 15.000 won untuk 2 jam. Aksesoris rambut dan tas kecil juga bisa dipinjam secara gratis. Tapi sayangnya tidak ada jasa hairdo disini. Jadi kami harus hairdo sendiri. Sepatu juga disediakan disini, tapi harus bayar lagi. Kalau kami sih sebodo amat deh sama sepatu :))

Byulgungteo Hanbok
Hairdo Time :))

Waktu itu kami rental Hanbok nya start mulai dari pk12.00. Cuaca saat itu panas terik, apalagi kami juga memakai pakaian tradisional Korea begitu. Tapi pengalaman memakai Hanbok di Bukchon Hanok Village ini memang sungguh menarik.

Dari tempat rental Hanbok itu kami jalan kaki menuju Bukchon Hanok Village. Sesampainya di Bukchon Hanok Village, kami melihat rumah-rumah tradisional Korea. Rumah ini masih ada orang yang menempati nya. Walaupun begitu, kawasan ini memang telah menjadi tempat wisata di Korea.

Bukchon Hanok Village ini sebetulnya tidak banyak yang bisa di explore. Karena ini semacam “perumahan” desa tradisional gitu. Kalau kami tidak rental Hanbok, mungkin 30 menit juga sudah selesai foto-foto dan explore nya.

Memakai Hanbok di jalanan yang penuh dengan turis asing memang pasti akan menarik turis asing untuk berfoto bersama mereka yang memakai Hanbok. Waktu itu ada turis asing yang mengajak kami untuk berfoto bersama. Kami sempat 2x foto bersama turis asing. Yang pertama sih, saya lupa nanya mereka asalnya dari mana. Kalau yang kedua itu berasal dari Jepang. Saat kami bilang kami asalnya dari Indonesia, mereka kaget loh. Mereka pikir kami orang Korea. LOL 😛

Foto bersama turis dari Jepang 😀
Bukchon Hanok Village

Walaupun ada tempat foto Hanbok secara gratis, tapi kalau kita rental Hanbok lalu berjalan-jalan di jalanan gitu, pasti ada pengalaman unik yang bisa di dapat. Entah itu foto bareng turis asing, atau jadi “model” orang asing, dan lain-lain. Kami mungkin akan menyesal jika hanya foto memakai Hanbok di photo studio gitu.

Karena keasikan foto di Bukchon Hanok Village, kami akhirnya telat sampai di tempat rental Hanbok kami itu. Tapi karena telatnya tidak terlalu lama, kami tidak perlu membayar biaya tambahan.

Makan siang kami hari ini ialah di sebuah restoran kecil yang saya juga tidak ingat letaknya ada dimana. Saat itu kami melewati gang-gang kecil dalam perjalanan kami menuju shuttle bus nya N-Seoul Tower. Karena waktu sudah menunjukan sekitar pk14.30, kami makan yang seketemu nya saja. Dari tampilan luar nya sih ini seperti bento gitu. Saat kami melihat menu nya, kami pun bingung. Tulisannya Korea semua. Si ahjumma yang jual nya juga tidak bisa bahasa Inggris maupun Mandarin. Ada kali ya 30 menit bingung milih makanan. Akhirnya dibantu dengan pengunjung nya si ahjumma yang lagi makan juga disitu, kami memilih bento yang gambarnya ada di depan restoran itu. Saat itu saya juga seperti biasa memakai Saus Sambal Belibis yang saya bawa dari Indonesia. Ehh si ahjumma nya tiba-tiba mendekat, mungkin penasaran itu apaan. Karena saya tidak bisa menjelaskan dan daripada dia penasaran, akhirnya saya kasih deh saus sambal Belibis nya ke dia 😀 *jadi promosi saus sambal nya Indonesia ke Korea* LOL

Untuk mencapai N-Seoul Tower, kita harus memakai shuttle bus. Ada 3 macam shuttle bus, yaitu Namsan Circular Shuttle Bus No. 2 (dekat dengan Chungmuro Station Exit 2, atau Dongguk University Station Exit 6), Namsan Circular Shuttle Bus No. 3 (dekat dengan Seoul Station Exit 9, atau Itaewon Station Exit 4, atau Hangangjin Station Exit 2), dan Namsan Circular Shuttle Bus No. 5 (dekat dengan Myeongdong Station Exit 3, atau Chungmuro Station Exit 2).

Jalanan menuju N-Seoul Tower

Waktu itu sih kalau tidak salah kami naik shuttle bus yang nomor 2. Bus nya sih full banget sama penumpang. Supir nya juga agak gila sih bawa bus nya, seperti naik Kopaja gitu. Akhirnya sekitar pk16.30 kami sampai di N-Seoul Tower. Ternyata dari tempat shuttle bus nya itu, kami masih harus nanjak lagi untuk sampai di pintu masuk nya N-Seoul Tower. Karena ini memang kawasan pegunungan, yaitu Namsan Mountain (243m). Biaya masuknya sendiri sih gratis. Kalau kamu datang ke N-Seoul Tower ini cuma mau foto di gembok-gembok cinta itu gratis. Kalau mau beli gembok nya ya harus bayar. Ada juga sih orang yang numpang nulis di gembok orang lain biar ga usah bayar. Tapi kalau kamu mau naik ke atas tower nya itu sendiri harus bayar. Waktu itu sih kami bayar 10.500 won untuk masuk ke Observatory nya. Itu juga sudah termasuk Popcorn dan minuman. Kalau mau book online juga bisa, dan enaknya suka ada diskon sih kalau online gitu.

Ternyata N-Seoul Tower ini tidak seindah dan seromantis yang saya bayangkan. Begitu melihat gembok-gembok cinta yang terkenal itu, saya langsung bilang dalam hati, “oh, cuma gini doang ternyata?”

N-Seoul Tower
Love Lock

Well, setidaknya disini kami bisa melihat pemandangan kota Seoul dari ketinggian 480m diatas permukaan laut. Untung kami memutuskan untuk naik ke atas tower nya. Kami pun menghabiskan waktu 30-40 menit di ruang Observatory ini. Setelah itu kami kembali turun dan foto-foto di depan N-Seoul Tower.

Pemandangan kota Seoul dari ketinggian 480m diatas permukaan laut
Jakarta!!
N-Seoul Tower di malam hari
Pemandangan kota Seoul di malam hari
Sweet couple at N-Seoul Tower

Akhirnya sekitar pk20.00, perjalanan dilanjutkan lagi ke Banpo Bridge untuk melihat Rainbow Fountain. Kebetulan banget pas kami sampai di Banpo Bridge pk21.00, ada pertunjukan Rainbow Fountain ini. Karena yang saya tahu, Rainbow Fountain nya ada di jam-jam tertentu gitu. Jadi kami pun menikmati Rainbow Fountain dari bawah jembatan selama kurang lebih 1 jam. Sebagai catatan, Rainbow Fountain juga cuma ada di bulan April – October. Berikut jadwal pertunjukan Rainbow Fountain nya Banpo Bridge yang saya dapat dari website official nya Visit Korea:

April-June, September-October (Duration: 20 min)
Weekdays: 12:00, 20:00, 20:30, 21:00
Weekends: 12:00, 19:30, 20:00, 20:30, 21:00
July-August (Duration: 20 min)
Weekdays: 12:00, 19:30, 20:00, 20:30, 21:00
Weekends: 12:00, 19:30, 20:00, 20:30, 21:00, 21:30

Banpo Bridge Rainbow Fountain
Banpo Bridge Rainbow Fountain
Jalan dibawah Banpo Bridge
Happy me 😀
Banpo Bridge without Rainbow Fountain
Banpo Bridge Rainbow Fountain is the world’s longest bridge fountain

Malam itu kami makan di sekitar Hongdae. Dari Banpo Bridge ke Hongdae itu dekat sekali. Bisa saja sih ditempuh dengan jalan kaki. Tapi karena sudah malam, akhirnya kami naik bus. Waktu itu waktu menunjukan sekitar pk23.00, restoran pun sudah banyak yang tutup. Setelah muter-muter cukup lama, ada kali ya 1 jam, akhirnya kami pun menemukan restoran yang bernama Ssenbuldak 센불닭 홍대점. Menu utama nya sih ayam-ayam gitu. Akhirnya kami pun memesan Cheese, Grilled Boneless Chicken. Ini salah satu menu utama di restoran ini. Dan ya, kami tidak salah memilih makanan. Ini enak banget! Recommended one 🙂

Ssenbuldak 센불닭 홍대점
Cheese, Grilled Boneless Chicken

Akhirnya sekitar pk01.00 kami kembali ke penginapan. Walaupun pulang nya malem banget, tapi keesokan hari nya bisa bangun agak siang lagi. Jadi tak apa, mumpung masih di Korea jadi harus di puas-puasin makan dan jalan-jalannya 😀

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here