13.10.2016. Sama seperti hari-hari sebelumnya, kami berangkat dari Uwa Guesthouse sekitar pk08.00 waktu setempat. Perjalanan kami hari ini juga cukup panjang, karena tujuan kami hari ini ialah ke Mt. Seoraksan yang berada di kota Sokcho, provinsi Gangwon. Kalau mau enak saya saranin pake local tour ya, soalnya perjalanannya jauh banget dan enaknya kalau pakai tour lokal itu kita langsung bisa dijemput dari penginapannya.

Hongik Univ – Sokcho

Berikut detail perjalanan kami sampai ke Mt. Seoraksan:

  • Hongik Univ Station – Gangbyeon Station (36 minutes)

Dari Hongik Univ station, kami naik subway sampai di Gangbyeon Station tanpa ada transit. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 36 menit dan melewati 17 stasiun.

  • Dong Seoul Bus Terminal – Sokcho Express Bus Terminal (2 hours 30 minutes)

Dong Seoul Bus Terminal merupakan terminal bus dari Seoul ke Sokcho, dan dari Seoul ke kota lainnya. Dong Seoul Bus Terminal ini mempunyai stasiun subway Gangbyeon Station.

Waktu itu kami sampai di Dong Seoul Bus Terminal sekitar pk08.30. Setelah menunggu kurang lebih 1 jam, kami akhirnya berangkat pk09.29. Adapun tarif bus dari Seoul ke Sokcho ialah sebesar 17.300 won. Akhirnya pk12.00 kami pun sampai di Sokcho Bus Terminal.

Dong Seoul Bus Terminal
Bus Ticket
Inside the bus
Kursi bus ini lebih enak dari Airasia! LOL
Pemandangan dari Seoul menuju Sokcho
  • Sokcho – Seoraksan, by local bus (20 minutes)

Dari Sokcho ke Seoraksan itu bisa ditempuh dengan menggunakan bus lokal yang bernomor 7 atau 7-1. Nah, karena sudah beda kota, T-Money pun tidak bisa digunakan. Disini harus menggunakan uang receh yang dimasukan ke dalam kotak uang bus di dekat supir. Tarif nya ialah 1.200 won sekali jalan. Kalau kamu tidak punya uang pas, si supir bus nya bisa kasih kembalian juga loh, lewat kotak uang itu. Waktu itu saat saya naik bus ini, saya hanya punya uang besar yaitu 10.000 won. Teman-teman saya juga tidak punya uang pas lagi. Akhirnya saya pun dikasih kembalian uang receh. Saya pikir uang nya bakalan uang kertas, eh tau-tau nya koin semua! Bayangkan, waktu itu saya mempunyai uang koin sebanyak 8.800 won. LOL

Waktu menunjukan pk13.00 ketika kami tiba di pintu gerbang Seoraksan National Park. Itu tandanya kami tidak punya waktu banyak di Seoraksan National Park ini. Rencana awalnya ialah hiking, namun karena waktu nya yang tidak memungkinkan akhirnya kami memutuskan untuk naik cable car saja. Setidaknya kami bisa menikmati keindahan salah satu puncak gunung di Mt.Sorak, yaitu Gwongeumseong Fortress. Kalau masih ada waktu, kami ingin jalan-jalan sebentar di Seoraksan National Park setidaknya sampai melihat Sinheungsa Temple.

Seoraksan National Park Entrance
Maskot Seoraksan National Park 😀

Kami pun langsung membeli tiket masuk ke Seoraksan sebesar 3.500 won. Ketika kami memasuki Seoraksan National Park, kami melihat sebuah patung beruang hitam besar yang menjadi maskot Seoraksan ini. Setelah foto-foto disana, kami berjalan ke arah kiri dan kami pun melihat ada restoran yang menjual berbagai macam makanan yang sepertinya sih enak juga. Penciuman kami pun tidak salah. Kami memesan Vegetarian Bibimbap yang harganya 8.000 won. Wah, ini sih bibimbap nya maknyusss banget! 😀 Yang bikin lezat itu ialah bumbu Gochujang nya. Disini bumbu Gochujang nya itu disediakan terpisah, Jadi kita bisa nambah semau kita. Kalau di indo itu seperti saus sambal gitu. Porsi Bibimbap ini juga besar, harusnya ini porsi untuk 2 orang. Dengan lahap kami menyantap makan siang kami ini, sebelum melanjutkan perjalanan ke salah satu puncak nya Mt.Sorak.

Vegetarian Bibimbap

Setelah selesai makan, kami berjalan menuju cable car yang bernama Seorak Sogongwon Cable Car. Tarif cable car PP ialah sebesar 10.000 won. Waktu itu kami harus menunggu sekitar 1 jam untuk dapat naik cable car. Sekitar pk15.00 kami pun mulai mengantri naik cable car karena jadwal naik kami ialah pk15.10. Saat kami mengantri tiba-tiba ada orang yang mengajak kami ngobrol, nanya asal nya dari mana, Indonesia atau Malaysia. Ternyata mereka ialah sepasang suami istri berkewarganegaraan Korea yang pernah tinggal di Indonesia selama puluhan tahun. Namun sekarang sudah kembali lagi ke Korea. Oleh karena itu lah, ketika mereka mendengar kami ngomong Indo mereka langsung tau ini bahasa Indo dan/atau Malay. Mereka pun mulai bercerita mengenai kehidupan mereka di Indonesia dulu. Sungguh menyenangkan mendengar sharing dari mereka mengenai Indonesia.

Cable Car Entrance
Waiting for the next cable car

Perjalanan di Cable Car ini memakan waktu hanya 5 menit. Setelah keluar dari Cable Car, kami masih harus hiking lagi sekitar 15 menit untuk sampai di Gwongeumseong Fortress. Waktu menunjukan pk15.26 ketika kami sampai di Gwongeumseong Fortress. Awalnya saya pikir disini cuacanya dingin, eh ternyata cuaca saat itu hangat.

Pemandangan Mt. Seoraksan dari atas cable car
Pemandangan Mt. Seoraksan dari atas cable car
Trek menuju Gwongeumseong Fortress

Dari Gwongeumseong Fortress yang mempunyai ketinggian 1.200 mdpl ini kami melihat tebing-tebing bebatuan dengan pemandangan yang menakjubkan. Di kejauhan, tampak Laut Jepang dan Kota Sokcho. Sungguh indah! Kami pun menghabiskan waktu 1 jam untuk foto-foto disini. Setelah itu kami turun ke bawah lagi dengan menggunakan cable car.

Gwongeumseong Fortress
Pemandangan Laut Jepang dan Kota Sokcho
Menikmati Pemandangan Laut Jepang dan Kota Sokcho

Akhirnya sekitar pk17.00 kami pun melanjutkan perjalanan lagi ke Sinheungsa Temple. Di sepanjang perjalanan, kami melihat begitu banyak daun Maple. Ya, Mt. Seoraksan ialah tempat yang ideal untuk menikmati daun Maple yang indah saat Autumn. Setelah kurang lebih 5 menit jalan kaki, kami pun langsung melihat patung Buddha yang besar yang bernama Bronze Jwabul Statue. Patung Buddha ini menjadi ciri khas sebelum memasuki Sinheungsa Temple. Untuk menuju kuil nya sendiri, dari patung Buddha itu kita masih harus jalan kaki lagi melewati jembatan. Pemandangan menuju Sinheungsa Temple ini sungguh indah. What a breathtaking view!

Maple Leaf in Korea 🙂
Bronze Jwabul Statue
Jembatan menuju Sinheungsa Temple

Di sepanjang perjalanan, kami melihat ada bebatuan yang disusun bertingkat di dekat sungai. Sejenak saya berpikir, untuk apa mereka menyusun batu-batu ini? Ternyata teman saya bilang, katanya kalau orang Korea itu memang punya kepercayaan bahwa jika mereka bisa menyusun batu-batu itu, itu artinya harapan mereka bisa terkabul. Ini adalah kepercayaan yang turun temurun dari nenek moyang nya. Mereka biasanya menyusun sampai 9 buah batu menjadi satu kesatuan di pinggir sungai ataupun di perbukitan yang memang banyak tumpukan batunya. Sebelum menyusun batu tersebut, mereka menyebutkan harapan dan keinginannya. Jika batu yang disusun bertingkat tersebut tidak jatuh maka apa yang menjadi keinginannya bakal terkabul.

Akhirnya kami pun melihat ada plang yang bertuliskan “Temple Stay”. Ya, itu berarti kami sudah sampai di Sinheungsa Temple. Namun karena teman seperjalanan saya tidak tertarik untuk masuk ke kuil ini, kami hanya foto-foto di depan gerbang nya saja dan melanjutkan perjalanan lagi. Di sepanjang perjalanan itu, pemandangan sekitar sangat indah. Di sebelah kanan kami ada sebuah sungai kecil dengan bebatuan yang amat banyak. Kami juga melewati jembatan lagi. Nah, pas setelah melewati jembatan ini ada wihara juga. Entah ini masih wihara dari Sinheungsa Temple atau bukan (sepertinya sih iya). Akhirnya kami pun beristiharat di depan wihara ini. Disinilah kami mencoba menyusun batu-batu bertingkat. Teman saya berhasil membuat batu bertingkat ini. Ya, semoga saja harapan dan keinginannya bisa terkabul 😀

Say “Kimchiiii”
Our Happy Faces 😀

Berada di sekitar wihara ini membuat saya merasa damai dan tenang. Apalagi waktu itu sudah sore, angin pun mulai berhembus, menambah suasana damai tersebut. Ingin rasanya mencoba “Temple Stay” atau menginap di wihara tersebut untuk 1 malam. Namun kami harus balik lagi ke Seoul bersama teman seperjalanan saya itu. Kalau saja saya pergi sendiri, saya mungkin akan mengubah jadwal perjalanan saya untuk menikmati “Temple Stay” di Sinheungsa Temple.

I am in love with Maple Leaves
Altar Buddha

Karena waktu sudah menunjukan pk18.00, kami pun bergegas untuk kembali pulang. Saat itu ada banyak ahjumma dan ahjussi juga yang baru selesai hiking di Mt. Seoraksan ini. Saya pribadi sih salut sama ahjumma dan ahjussi disini. Mereka walau sudah tua, tapi masih suka hiking.

Akhirnya kami sampai di terminal bus Sokcho pk19.00. Jadwal keberangkatan kami ialah pk20.00. Artinya kami punya waktu 1 jam untuk mencari makan. Di sekitar terminal bus itu ada beberapa restoran. Akhirnya kami pun makan di sebuah restoran Chinese yang berada di seberang nya terminal bus itu. Namun kami pun bingung ketika memilih makanan karena hanya ada bahasa Korea dan Mandarin. Mandarinnya juga yang tradisional, saya tidak begitu bisa membaca bahasa Mandarin yang tradisional. Si pelayan restorannya juga tidak bisa bahasa Mandarin. Tapi di samping kami ada bule yang asal nunjuk makanan. Kami pun mengikuti cara nya dia. Karena waktu yang sangat terbatas (sekitar 30 menit lagi), kami pun memesan masakan yang kami juga tidak begitu tahu masakannya apa, asal nunjuk aja. LOL

Ketika makanannya datang, kami makan dengan begitu terburu-buru karena waktu tinggal sisa sekitar 15 menit lagi. Rasanya sih lumayan enak juga lah. Porsinya juga cukup besar. Setelah makan seadanya, kami langsung lari sekencang-kencangnya agar tidak ketinggalan bus. Untung saja kami masih bisa masuk ke dalam bus nya.

Saat di pikir-pikir kembali, saya merasa ini pengalaman yang sangat kocak :)))

Akhirnya kami sampai di Uwa Guesthouse lagi sekitar pk23.00. Hoaaamm.. begitu panjang perjalanan hari ini. Untungnya keesokan harinya kami bisa bangun siang, setelah berhari-hari mengalami perjalanan panjang.

9 COMMENTS

  1. Halo mbak Jeane..nemu blognya mbak pas lagi nyari referensi buat trip ke Seoraksan, infonya membantu. Thanks for sharing 😁

    Salam kenal,
    gelembungcerita.com

  2. Haloo mbak, mau tanya untuk tiket bus seoul 17.300 won itu sudah PP atau sekali jalan? mohon infonya untuk pembeliannya apakah harus di terminal bus atau bisa online? dan untuk keberangkatannya hanya dari Dong Seoul Bus Terminal atau ada tempat lain? karena saya menginap di daerah myeongdong..

    terimakasih..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here