12.10.2016. Hari keempat ini merupakan hari yang panjang dan sangat melelahkan bagi kami, apalagi hari ini saya juga dikejutkan dengan kejadian shock yang saya alami sendiri. Kalau mau enak sih sebenernya ikut local tour, tapi waktu itu gak kepikiran juga mau ikut tour lokal.

Perjalanan hari ini seperti biasa dimulai dari Hongik Univ Station sekitar pk08.30 waktu setempat. Berikut ialah rincian perjalanan kami dari Hongik Univ ke Nami Island.

  • Hongik Univ – Mangu, by Subway (44 minutes)
  • Mangu – Gapyeong, by Train (43 minutes)

Dari Mangu ke Gapyeong bisa dengan menggunakan kereta atau bisa juga dengan menggunakan ITX. Kalau ITX, kita harus bayar tiket lagi sebesar 5.700 won di mesin penjual tiket ITX. Awalnya kami ingin menggunakan ITX itu, tapi karena bingung dan sudah ketinggalan ITX nya, kami pun akhirnya naik kereta sesuai saran dari penjaga salah satu toko di Mangu Station. Lagipula naik kereta itu bisa dengan T-Money, lebih mudah gitu jadinya.

Total Perjalanan dari Hongik Univ ke Gapyeong
Rel Kereta di Mangu Station
Lagi selfie di dalam kereta, eh ada Ahjumma yang ikutan foto 😛
Pemandangan dari Mangu ke Gapyeong
Ahjumma yang jualan di dalam kereta
Welcome to Gapyeong!
Gapyeong Station
  • Gapyeong – Dermaga Nami Island, by Public Bus (15 minutes)

Sebenarnya ini kami salah naik bus. Harusnya sih kami naik Gapyeong City Tour Bus, dimana 1 tiket bus ini bisa dipakai seharian di area nya Gapyeong termasuk Nami, Petite France, dan Garden of Morning Calm. Gapyeong Tour Bus ini harga tiket nya ialah 6.000 won untuk 1 hari, sedangkan public bus itu harga nya 1.300 won sekali jalan.

Gapyeong City Tour Bus
  • Dermaga Nami Island – Nami Island, by Zipwire (5 minutes)

Ada 2 cara untuk bisa sampai ke Nami Island, yaitu dengan menggunakan Ferry atau Zipwire. Waktu itu kami terbagi menjadi 2 group, 1 group isi 3 orang naik Zipwire, group satu nya lagi isi 2 orang naik Ferry. Kalau saya sih masuk group yang naik Zipwire 😀

Zip Wire Entrance

Naik Zipwire sih memang ada sensasi nya sendiri, excited campur tegang gimana gituu pas diatasnya. Asik sih bisa liat pemandangan Nami Island dari atas. Tapi, nunggu jam keberangkatannya Zip Wire itu lama banget. Ditambah antriannya yang cukup panjang membuat kami menunggu sangat lama. Saat itu waktu menunjukan pk10.30, dan jam keberangkatan selanjutnya ialah pk11.50. Kami harus menunggu sekitar 1 jam untuk bisa naik keatas. Saya kira begitu naik keatas, kami bisa langsung naik Zipwire nya. Ternyata harus menunggu antrian dulu, karena zipwire itu cuma bisa 2 orang yang naik. Nunggu antriannya saja sekitar 1 jam. Jadi total sekitar 2 jam untuk menunggu antrian naik Zipwire. Dengan harga 38.000 won (atau sekitar Rp456.000) PP Nami Island – Dermaga Nami Island, jika saya pikir-pikir kembali sepertinya itu tidak worth it. Nunggu 2 jam, naiknya 5 menit, harganya 38.000 won.

Return Ticket Nami Island
Dermaga Nami Island – Nami Island. Lihat, ada kapal Ferry nya juga baru jalan 😀
Dermaga Nami Island dari sisi yang berbeda

Menurut saya, lebih baik naik Ferry yang PP harganya 8.000 won, jam keberangkatannya pun cepat, dan bisa menampung banyak orang. Teman saya yang naik Ferry cuma butuh waktu 30 menit untuk sampai di Nami Island. Ada kali mereka nunggu 1,5 jam di Nami Island, LOL.

Oh ya, sebagai informasi PP Nami Island – Dermaga Nami Island dengan menggunakan Zipwire ini bisa saja digabung dengan Ferry. Jadi awalnya naik Zipwire untuk ke Nami Island, lalu pulangnya naik Ferry ke Dermaga nya. Bisa juga sebaliknya. Jadi tidak harus PP naik Zipwire gitu. Asal tetap pegang tiket nya saja.

Getting ready
Yuhuuu~ We’re going to Nami Island
When arrived in Nami Island

Akhirnya sekitar jam 13.00 waktu setempat, kami bertiga yang naik Zipwire sampai juga di Nami Island! Nami Island ini terkenal karena menjadi tempat syuting drama Korea terkenal yaitu Winter Sonata. Nuansa-nuansa romantis pun bertebaran disini.

The most romantic story isn’t Romeo and Juliet who died together. But grandma and grandpa who grew old together.
Prewed Photo Session in Nami Island
Winter Sonata
Nami Island
Selamat Datang di Nami Island 😀
欢迎光临来到南怡岛 😀
Unique Spot in Nami Island
Beautiful Nami Island
Welcome to Nami Island!

Begitu memasuki Nami Island, kami segera meluncur ke restoran Korean BBQ terkenal bernama Seomhyanggi, yang juga memang merupakan meeting point kami berlima. Menu andalan restoran ini ialah Spicy Marinated Chicken BBQ yang harganya 12.000 won (atau sekitar Rp144.000), kalau mau tambah nasi harganya 1.500 won (atau sekitar Rp18.000). Maakkk, ini lezat kali! Probably the best Korean BBQ I’ve ever tried.

Seomhyanggi, Nami Island
Inside the Restaurant
Korean BBQ

Waktu sudah menunjukan pk14.00 waktu setempat, itu artinya kami tidak punya banyak waktu lagi untuk explore Nami Island karena kami harus mengejar 2 tempat lagi yaitu Petite France dan Garden of Morning Calm. Akhirnya kami explore Nami Island nya cuma sekitar 1 jam :(( Walaupun merasa sedikit tidak rela meninggalkan Nami Island, sekitar pk15.00 kami berlima pun langsung berangkat lagi dari Nami Island ke Dermaga nya dengan menggunakan Ferry.

Gerbang menuju Ferry
Antrian Ferry
Oppa kece di Ferry 😛
Berkibarlah Benderaku~

Dari Dermaga Nami Island, kami melanjutkan perjalanan lagi ke Petite France dengan menggunakan Gapyeong City Tour Bus. Nah, ini bus yang seharusnya kami naiki dari awal. Perjalanan ke Petite France ini membutuhkan waktu sekitar 25 menit. Akhirnya sekitar pk16.00 waktu setempat, kami sampai di Petite France. Tiket masuknya sendiri kalau harga normal ialah 8.000 won, namun karena kami mempunyai voucher diskon tiket masuk Petite France, harganya menjadi 6.000 won (atau sekitar Rp72.000). Petite France ini ialah Perancis dalam versi mini nya.

Welcome to Petite France!
Mini Eiffel Tower

Sebenarnya Petite France ini sangat kecil dan tidak banyak yang bisa di explore. Menurut saya sih, nothing special gitu disini. 30 menit juga udah selesai explore Petite France nya. Tapi karena kami berlima berpencar-pencar dan miss communication, kami pun ketinggalan Gapyeong City Tour Bus dari Petite France ke Garden of Morning Calm. Alhasil kami harus menunggu bus selanjutnya sekitar 1 jam lamanya. Akhirnya sesuai jadwal bus, pk17.50 kami berangkat dari Petite France ke Garden of Morning Calm dengan menggunakan Gapyeong City Tour Bus.

Jengjeng!! Ternyata begitu kami sampai di pemberhentian terakhir bus nya yaitu di Morning Calm Arboretum pk18.35, kami menemukan bahwa Garden of Morning Calm nya sudah tutup. Ternyata kalau bulan Oktober, Garden of Morning Calm ini tutup pk18.30. Oalaahh.. andai saja tadi kami tidak ketinggalan bus, pasti masih keburu melihat Garden of Morning Calm nya.

Padahal tadinya kami sudah membayangkan akan melihat Lighting Festival di Garden of Morning Calm ini. Ternyata, lighting festival nya cuma ada saat winter saja yaitu mulai dari Desember sampai Maret. Pantas saja waktu kami kesana, kok gelap semua, tidak ada lampu sedikit pun di dalam tamannya. Ternyata oh ternyata..

Lampu yang masih menyala cuma lampu dari loket tiket nya Garden of Morning Calm nya aja 🙁
Lighting Festival at The Garden of Morning Calm, Source: visitkorea.or.kr

Waktu itu cuaca juga sedang dingin-dinginnya di area Garden of Morning Calm. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke bus dengan perasaan kecewa. Untung saja kami cepat sampai bus, karena begitu kami sampai di bus sekitar pk19.00, bus nya sudah mau berangkat gitu. Lalu kami pun turun di Cheongpyeong Station dan kembali pulang ke Hongdae. Dari Cheongpyeong Station itu kami turun di Mangu Station, lalu dilanjutkan dengan naik subway nya Mangu ke Hongik Univ.

Nah, cerita masih belum selesai sampai disitu. Seperti yang sudah saya sebutkan di awal bahwa saya mengalami kejadian shock di Korea.

Jadi ceritanya, di subway dari Mangu ke Hongik Univ itu persis di depan saya berdiri seorang lelaki yang kelihatannya berusia sekitar 40-50 tahunan. Lelaki ini berkewarganegaraan Korea. Dia memulai pembicaraan terlebih dahulu dengan saya. Awalnya basa-basi nanya asal nya dari mana (awalnya dia kira saya berasal dari China/Taiwan), tapi lama-lama jadi nanya tentang “status relationship” juga, dan akhirnya meminta saya untuk menikah dengan anak laki-laki nya dia. Dia sampai kasih liat foto album keluarga nya gitu, moment ketika anaknya wisuda, lalu foto istri nya, dll. Bahkan dia juga sampai kasih saya kartu namanya dia. Dia bilang mau ketemu lagi keesokan harinya di suatu tempat yang saya juga tidak tahu dimana. Awalnya saya menolak kartu namanya tersebut, namun ia terus memaksa sampai akhirnya saya terima juga. Tapi akhirnya saya buang juga sih itu kartu nama nya setelah sampai di Guesthouse, LOL.

So girlsss.. kita tetap harus jaga diri sendiri ya, apalagi di negara orang.

Setelah sampai di daerah Hongik Univ, kami pun mulai mencari makan. Karena sudah capek juga, akhirnya teman-teman saya membeli W Hand Steak yang setiap hari nya pasti kami lewati karena letaknya yang dekat dari Hongik Univ Station Exit 3. W Hand Steak ini biasanya selalu ramai oleh orang-orang lokal. Dan benar saja, ini memang enak. Sayangnya disini tidak ada ayam nya, cuma ada sapi atau B2. Karena saya tidak bisa makan keduanya, saya pun hanya cicip kentangnya aja dari punya teman saya. Saya sih akhirnya membeli Tteokbokki dan gorengan yang dijual di pinggir jalan dekat situ juga, dan memakannya di Uwa Guesthouse.

W Hand Steak
Antrian Panjang W Hand Steak

Itulah hari keempat kami yang super panjang ini. Banyak kejadian gokil yang terjadi hari ini. Padahal ini baru hari keempat, masih ada 6 hari lagi di Seoul. Entah apa lagi yang akan terjadi di hari esok. Rencananya kami akan ke Mt.Seoraksan yang letaknya sangat jauh juga dari Seoul.

19 COMMENTS

    • Hahaha iya aku juga agak kaget, ternyata disana juga ada yang jualan di dalam kereta :))
      Lighting Festival nya emang bagus banget. Sayangnya pas aku kesana, lagi ga ada jadwal untuk Lighting Festival.

  1. Mbak, dari Petite France ke Garden of morning calm berapa lama ya perjalanannya? Terus balik ke Seoulnya naik subway dari stasiun Cheongpyeong itu yaa?

    • Hai Riva. Dari Petite France ke Garden of Morning Calm itu sekitar 40-50 menit. Balik ke Seoul nya naik kereta duliu dari stasiun Cheongpyeong, transit di Mangu. Terus baru naik subway dari Mangu ke Seoul lagi.

  2. Mbak, kalo petite sama garden itu kan yang bagusnya malam ya.. apakah ada jadwal bis sampai malam? karena saya kemarin gak sempat ke garden ya itu, karena bisnya udh gak da…
    aku masih pengen ke Garden soalnya…

    terus mbak kereta menuju seoul kalo malam apakah masih ada..

    maaf banyak pertanyaannya mbak. hehe

  3. Halo mbak.. menarik banget crtanya .. mba mau nanya klw garden morning calm yg lighting festivalnya tu smp akhir maret kan mb? Soalnya saya brngkatnya baru akhir maret

  4. Hi Jean, berapa lama jalur hiking sampai keatas?
    Klu pergi sendiri susah enggak?
    Krn masih ada hari kosong,yg lain mau pasa shopping .aku tertarik hiking

  5. Kak jeane, mau nanya.. Itu dapat tiket diskon garden of morning calm di mana ya? aku cari di traveloka, klook, dll ga ada.. kalo ada pun itu paket tour bukan buat bayar tiket masuk saja

  6. Halo Kak,

    Oh jadi dari Nami Island tu untuk ke Petite France harus naik kapal ferry ke darat lagi ya? Kalo boleh tau jadwal ferry nya gimana ya?
    Ohya untuk dapetin discount masuk ke Petite France nya dimana ya? hehe

    Mohon info nya kak, tq

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here