10.10.16. Karena hari pertama kemarin cuacanya cukup dingin, hari ini kami pun sudah persiapan memakai pakaian yang cukup tebal dari penginapan. Eh ternyata, hari itu cuacanya panas. Cuaca emang gak bisa diprediksi yah..

Kami berangkat dari penginapan sekitar pk09.30 waktu setempat. Di hari kedua ini, kami memulai perjalanan ke Gyeongbokgung Palace dengan menggunakan subway. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai di Gyeongbokgung Palace dari Hongik Univ station. Begitu keluar dari Gyeongbokgung Palace station, kami langsung melihat gedung”National Palace Museum of Korea”. Sayangnya karena keterbatasan waktu, kami tidak sempat masuk ke museum ini.

National Palace Museum of Korea

Pas kami lagi asik foto-foto disini, eh tiba-tiba kami bertemu dengan Jeff, roommate kami yang orang Hongkong itu. Saya sih tau kalau jadwal dia hari itu kurang lebih sama dengan kami, yaitu ke Palaces. Tapi kami tidak menyangka bakal ketemu sama dia di depan Gyeongbokgung dengan waktu yang hampir bersamaan datangnya. Padahal saat di penginapan, saya melihat dia masih belum siap apa-apa. LOL

with Jeff, our roommate from Hongkong
Cute Korean Kiddos~
Do we look like their school teacher?
with Korean girls who wear Hanbok

Setelah puas foto-foto di depan Gyeongbokgung Palace, kami langsung membeli tiket masuk untuk ke Gyeongbokgung. Tiket masuk khusus Gyeongbokgung sendiri sih harganya 3.000 won, kalau mau beli tiket terusan yang untuk 5 palaces sekaligus juga bisa harganya 10.000 won. Karena rencana awalnya ialah kami mau mengunjungi 5 palaces sekaligus (Gyeongbokgung, Deoksugung, Changyeongung, Changdeokgung, Jongmyo Shrine), jadi kami membeli tiket terusan seharga 10.000 won itu.

Combination Ticket for Palaces and Shrine

Sebenarnya Gyeongbokgung Palace ini tidak terlalu besar, tidak seperti Forbidden city di Beijing. Tapi karena saya dan teman-teman itu emang pada demen foto-foto ya, jadi kami menghabiskan waktu 2 jam di Gyeongbokgung. Tapi, ga cuma karena foto-foto aja sih, sebenarnya ada salah satu teman kami juga yang terpisah dari rombongan. Jadi kami menghabiskan waktu juga untuk mencari dia, eh tapi ternyata malah ketemu sama dia lagi di depan pintu masuk Gyeongbokgung Palace. Soalnya waktu itu disana walaupun ada free wifi, sinyal nya kurang bagus gitu.

Persis dibelakang Gyeongbokgung, ada Blue House atau Cheong wa dae. Blue House ini ialah istana kepresidenan nya Korea Selatan. Kalau di Amerika ada White House, kalau di Korea ada Blue House. Nah, Blue House ini ditandai dengan gentengnya yang berwarna biru. Karena waktu yang terbatas, kami pun tidak mempunyai waktu untuk masuk ke Blue House ini.

Blue House, Source: http://eastasiaintel.com/

Oh ya, yang menarik di Gyeongbokgung Palace ini ialah adanya Upacara Pergantian Penjaga Istana (Royal Guard Changing Ceremonies. Dan itu terjadi ketika kami baru aja keluar dari kompleks nya Gyeongbokgung, sekitar pk12.00 waktu setempat. Begitu kami mendengar suara dentuman bunyi drum, lalu kami melihat dari kejauhan ada banyak sekali penjaga istana yang lagi menuju istana. Tentunya kami pun segera lari sekencang-kencangnya, agar kami tidak ketinggalan menonton upacara yang menarik ini.

When the royal guards entered the palace
When the ceremonies were held
Royal Guard Changing Ceremonies
Royal Guard Changing Ceremonies
When I didn’t have any chance to take pictures with the guards, it’s better to I took picture with the drum or not at all. LOL

Setelah upacara nya selesai, kami pun langsung pergi makan siang di restaurant dekat Gyeongbokgung. Kami memakai Google Maps untuk menunjukan jalannya dari Gyeongbokgung ke restaurant yang bernama Tosokchon. Di Tosokchon ini tersedia sup ayam ginseng yang terkenal itu. Karena letaknya yang dekat dengan Gyeongbokgung, kami pun jalan kaki menuju Tosokchon. Di sepanjang perjalanan itu, kami melihat ada banyak Hanbok rental shop. Sayang banget kami baru liat nya pas kami sudah keluar dari Gyeongbokgung, jadi kami tidak merasakan memakai Hanbok di Gyeongbokgung tadi. Tapi kami ada plan B sih, yaitu memakai Hanbok di Bukchon Hanok Village saat hari ketujuh kami di Korea.

Yuhuuu~ kami makan enak lagi nih. Sup ayam ginseng atau Samgyetang ini memang tidak mengecewakan. Lagipula Ginseng bagus untuk kesehatan kita. Restoran ini juga nuansa nya tradisional, jadi kami makan lesehan gitu. Disini juga ada jual Ginseng Liquor yang bisa dijadikan souvenir dan dibawa pulang ke Indonesia.

Tosokchon Restaurant Entrance
Samgyetang
Inside the Restaurant
A very traditional nuance in Tosokchon Restaurant

Rencana awal nya kami mau ke 5 palaces kan, tapi sampai saat itu kami baru explore 1 palace, yaitu Gyeongbokgung Palace. Karena keterbatasan waktu juga, kami harus memilih mau ke palaces mana lagi. Waktu tidak memungkinkan kami untuk mengunjungi 5 palaces sekaligus, jadi akhirnya kami putuskan untuk ke Deoksugung Palace. Dari Tosokchon ke Deoksugung bisa ditempuh dengan jalan kaki.

Eh ternyata, pas kami baru sampai di Deoksugung Palace, kami baru sadar dan baru tau kalau Deoksugung Palace itu tutup hari itu, yaitu hari Senin. Kalau saja kami tau lebih awal, kami pasti beli tiket masuk khusus Gyeongbokgung saja yang harganya juga cuma 3000 won. Jadi kami rugi 7000 won.

Deoksugung Palace

Waktu menunjukkan pk15.00 waktu setempat, dan perjalanan kami dilanjutkan ke Gwanghwamun Square dengan menggunakan bus. Ketika kami sampai di Gwanghwamun Square, ada salah satu teman kami yang baru sadar bahwa kamera action nya itu ketinggalan di Deoksugung Palace tadi. Jadi dia bersama 1 teman juga, langsung balik lagi ke Deoksugung untuk mengambil kamera action nya. Kami berlima janjian di Cheonggyecheon Stream sekitar pk18.00 untuk bertemu kembali.

Gwanghwamun Square
Gwanghwamun Square
Gwanghwamun Square is probably the best spot to take Gyeongbokgung Palace’s picture

Setelah puas foto-foto di depan Gwanghwamun Square, kami melanjutkan perjalanan ke Cheonggyecheon Stream dengan menggunakan subway. Kami keluarnya di Dongdaemun Station, sama seperti perjalanan kemarin ke Dongdaemun. Karena sebetulnya ketika kita keluar dari Dongdaemun Station, kita akan melihat Cheonggyecheon di sebelah kanan kita. Dan karena itu ada di kawasan Dongdaemun, kami pun sempat jalan-jalan sebentar di Dongdaemun Design Plaza (DDP). Setelah itu kami santai-santai aja di Cheonggyecheon Stream sambil nunggu teman kami yang ambil kamera nya itu.

Cheonggyecheon Stream

Di sekitar Cheonggyecheon Stream ini susah dapat free Wifi nya. Kami pun agak cemas, takut gak ketemu sama teman kami itu. Jadi kami pun jalan mengelilingi Cheonggyecheon Stream untuk mendapatkan wifi. Sampai akhirnya kami malah masuk ke sebuah toko yang menjual banyak sekali topi di Pyounghwa Fashion Town. Ada banyak banget topi-topi lucu disana. Saya bersama 1 teman pun memborong beberapa topi. Harganya sih termasuk mahal ya, padahal kami sudah mencoba menawar tapi gagal melulu. Tapi pengalaman kami belanja disini sih seru juga ya. Mereka tidak bisa bahasa Inggris atau Mandarin, dan kami juga tidak bisa bahasa Korea. Jadi kami banyak menggunakan bahasa tubuh. Bahasa tubuh memang bahasa universal 😀

Ketika kami sedang asik foto-foto di dekat Cheonggyecheon Stream dengan menggunakan topi baru itu, eh kami malah bertemu dengan teman kami yang mengambil kamera action nya itu. Dan untungnya kamera action nya masih dalam keadaan sehat walafiat ya, posisi kamera nya juga tidak tergeser sedikit pun. Coba kalau di Indonesia, pasti sudah diambil sama orang lain. LOL

Setelah kami berlima berkumpul kembali, kami duduk-duduk santai di Cheonggyecheon Stream sebelum kembali ke penginapan. Lalu kami pun terpisah lagi menjadi 2 group, karena ada 1 group yang masih ingin jalan-jalan sekitar Dongdaemun. Sementara group yang satu nya lagi mau langsung pulang aja ke penginapan. Pas lagi jalan pulang itu, kami ada bungkus Kimbap dan Makgeolli juga untuk dimakan di penginapan. Akhirnya kami pun makan malam bersama si Jeff, roommate kami yang orang Hongkong itu. Lalu kami pun sharing mengenai perjalanan kami hari ini, bagaimana plan untuk keesokan harinya, dan hal lainnya 😀

Our bedtime stories with the Hongkong guy 🙂

Perjalanan kami di hari kedua ini selesai. Begitu banyak hal yang terjadi dalam 1 hari. Entah ada kejadian apa lagi untuk hari-hari selanjutnya. Untuk keesokan harinya sih, kami mau ke Everland. Well, can’t wait to ride roller coaster! 😀

4 COMMENTS

  1. Tiket terusan untuk mengunjungi palace itu untuk berapa hari? Apa bisa dipakai berbeda hari? Tergantung Palace mana dulu yang dikunjungi?
    Makasih 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here