Morning stroll at Gion

Dari Gion ke Fushimi Inari Taisha

Foto-foto depan rumah khas Jepang

Hari kedua ini dimulai sekitar pk08.00 waktu setempat. Saat di jalan menuju stasiun kereta, masih di daerah Gion, kami melihat sebuah gang yang rumah-rumah nya khas Jepang banget gitu. Akhirnya kami memutuskan untuk foto-foto sebentar di depan rumah-rumah khas Jepang. Setelah itu baru kami jalan lagi ke Gion-Shijo Station menuju ke Fushimi Inari Taisha. Dari Gion-Shijo Station ke Fushimi Inari itu tinggal naik kereta Keihan Main Line Semi-Express, dengan durasi sekitar 9 menit.

Fushimi Inari Taisha

Fushimi Inari Taisha

Sekitar pk08.55 kami pun sampai di Fushimi Inari Taisha. Fushimi Inari Taisha adalah kuil Shinto yang merupakan kuil pusat bagi sekitar 40.000 kuil Inari yang memuliakan Inari (Dewa Padi). Tidak ada biaya masuk nya ke Fushimi Inari ini. Hal yang menarik dilakukan disini ialah melewati sekitar 10.000 Torii (gerbang) dengan memakai Kimono/Yukata. Tadinya saya juga pengen sewa kimono/yukata gitu sebelum kesini, tapi berhubung teman saya ga minat semua, akhirnya rencana saya batal deh.

Setelah foto-foto dan jalan sekitar 1 jam, kami lanjut jalan lagi. Tujuan kami selanjutnya ialah ke Nishiki Market. Begitu keluar dari Fushimi Inari menuju ke stasiun kereta nya, saya melihat ada toko yang menjual Japanese Matcha Soft Ice Cream. Saya pun langsung tertarik untuk membelinya. Harganya 400 yen (atau sekitar Rp52.800). Lumayan mahal juga ya untuk es krim doang. Tapi mumpung sudah di Jepang, sudah tidak peduli harganya berapa, kalau mau ya beli saja 😀 Rasanya memang enak. Wajib dicoba ketika di Jepang. 😉

Jeane in action in the entrance of Fushimi Inari 😀
Japanese Ice Cream, Snack, and Souvenirs at Fushimi Inari Taisha

Dari Fushimi Inari Taisha ke Nishiki Market

Keihan Main Line Semi-Express

Karena lokasi Nishiki Market berada di daerah Gion, jadi dari Fushimi Inari Taisha kami naik kereta Keihan Main Line Semi-Express lagi ke Gion-Shijo Station. Dari Gion-Shijo Station tinggal jalan kaki saja ke Nishiki Market nya. Tapi karena melihat ada COCO Curry di jalan yang kami lewati, akhirnya kami makan COCO Curry dulu sebelum ke Nishiki Market. COCO Curry yang di Jakarta itu enak banget, saya sih suka banget. Penasaran mau coba yang di Jepang nya langsung. Eh ternyata, bagi saya sih COCO Curry nya masih lebih enak yang di Jakarta.

COCO Curry

Setelah itu, kami mampir dulu ke supermarket. Karena kami waktu itu buka jasa titip, alias Open PO Jepang, jadinya kami lumayan lama menghabiskan waktu di supermarket itu. Dicek harganya murah juga soalnya. Setelah belanja barang-barang PO, kami langsung menuju ke Nishiki Market.

Nishiki Market

Nishiki Market

Sesampainya di Nishiki Market sudah sekitar pk15.30. Di jalanan sepanjang 400 meter ini kita dapat menemukan berbagai macam makanan dan jajanan khas Kyoto. Jajanan yang pertama saya temukan ialah Melon Pan, sebuah roti melon yang tengahnya diisi dengan es krim. Ya, Melon Pan ini salah satu jajanan terkenal di Jepang. Di toko ini juga ternyata ada jual Es Krim Cremia juga. Itu es krim terenak yang wajib dicoba di Jepang.

The most famous Melon Pan

Selanjutnya, kami muter-muter lagi di Pasar Nishiki ini. Seperti pasar pada umumnya, disini ada jual sayur-sayuran, daging, seafood, dll. Kami juga mencicipi Takoyaki disini. Tadinya kami mau makan ramen di Gogyo Ramen yang berada di Nishiki Market ini. Katanya itu enak ramen nya. Tapi baru buka lagi jam 5 sore. Sedangkan waktu itu waktu menunjukkan pk16.30. Masih ada waktu 30 menit lagi.

Daripada kami duduk diam menunggu 30 menit, teman saya bilang lebih baik ke tempat lain dulu saja baru kembali lagi kesana. Tapi saya rasa ga mungkin bisa balik lagi ke Nishiki Market, karena tujuan selanjutnya itu cukup jauh dari Nishiki Market. Tujuan selanjutnya ialah ke Starbucks di Ninenzaka, Higashiyama. Kenapa mau ke Starbucks harus spesifik kesana? Ya karena Starbucks itu sangat terkenal dengan bangunannya yang bergaya khas Jepang, dan juga merupakan Starbucks pertama di dunia yang mempunyai ruangan tatami.

Dari Nishiki Market ke Starbucks Ninenzaka Yasaka Chaya, Higashiyama

Really love to stroll around Higashiyama

Entah teman saya yang salah liat peta atau gimana, dia bilang dari Nishiki Market ke Starbucks Ninenzaka itu deket, bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Saya waktu itu sempat cek juga di maps, dan itu terlihat jauh, lebih baik naik bus saja. Tapi karena suara terbanyak mengikuti teman saya, yaudah akhirnya kami jalan kaki. Tidak lama setelah dari Nishiki Market, eh mendadak turun hujan. Kami berjalan kaki sepertinya sekitar 30-40 menit.

Higashiyama

Starbucks Ninenzaka

Begitu masuk ke daerah Higashiyama, saya langsung tertegun karena ini suasananya berasa banget tradisional Jepang nya. Saya juga melihat ada banyak orang yang memakai yukata. Daerah Higashiyama ini adalah favorit saya di Kyoto. Kalau di Seoul, ini tuh mirip dengan Bukchon Hanok Village. Higashiyama ini bisa dibilang icon nya Kyoto.

Starbucks yang merupakan tujuan kami masih ada di atas lagi. Akhirnya sekitar pk17.20 kami sampai di Starbucks Ninenzaka. Sesampainya disana suasana malah jadi tidak mengenakan, karena teman saya saking kecapean jalan kaki jadi bad mood. Suasana seperti ini yang paling ga enak ketika jalan-jalan. Harusnya happy malah jadi bad mood 🙁

Setelah istirahat sekitar 1 jam, akhirnya sekitar pk18.20 kami lanjut jalan lagi. Kali ini karena teman kami sudah bad mood, jadi kami ikut saja kemana arah kaki berjalan. Jujur saja, saya masih tidak rela meninggalkan daerah Higashiyama. Masih pengen explore daerah ini.

Higashiyama

Yasaka Shrine

Yasaka Shrine

Kami jalan lurus terus mengikuti arah kaki berjalan. Eh tiba-tiba kami menemukan sebuah kuil yang bernama Yasaka Shrine. Kuil ini memang merupakan salah satu tujuan kami di Kyoto. Tidak menyangka kami kesini dengan secara tidak sengaja.

Kyoto memang sering disebut sebagai kota seribu kuil. Beberapa kuil di Kyoto bahkan masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO, salah satunya ialah Yasaka Shrine ini. Yasaka Shrine terletak di antara Distrik Gion dan Distrik Higashiyama, namun sudah termasuk di daerah Gion.

Karena kami sampai di Yasaka Shrine ini sudah sekitar pk19.00 waktu setempat, lampion yang ada di Yasaka Shrine menyala. Indah sekali melihat begitu banyak lampion yang menyala. Suasana tradisional Jepang nya berasa banget. Kami pun foto-foto disini sekitar 30 menit.

Jeane in action in front of Yasaka Shrine

Sekitar pk19.30 kami pun mulai mencari tempat makan disekitar situ. Kami mencari Restaurant nearby Me, dan menemukan restoran Curry yang rating nya bagus di TripAdvisor. Restoran itu bernama Mimikou 味味香. Curry nya lumayan enak. Sepertinya hari ini kami makan serba curry semua. LOL.

Bus in Kyoto

Setelah itu, kami pulang dengan naik bus. Sebelum kembali ke penginapan, kami mampir lagi ke supermarket yang kemarin kami kunjungi. Teman saya belanja keperluan PO. Kalau saya sih research dulu saja harga-harga nya berapa. Mungkin nanti saya akan buat satu artikel khusus untuk pengalaman saya buka PO ya 😛

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here