AEON Mall

Hari keempat kami di Jepang ini dimulai siang hari sekitar pk11.00. Ini adalah waktu tersiang kami untuk berangkat. Soalnya kami sudah sangat lelah juga karena perjalanan hari-hari kemarinnya. Tujuan kami saat itu ialah ke Osaka Aquarium Kaiyukan. Namun sebelumnya kami ke AEON Mall dulu untuk makan siang. Setelah makan di food court AEON Mall nya, baru kami melanjutkan perjalanan ke Osaka Aquarium Kaiyukan.

Osaka Aquarium Kaiyukan

Osaka Aquarium Kaiyukan adalah salah satu aquarium terbesar di dunia dengan total ada 27 tank, bahkan ada yang kedalamannya mencapai 9m. Akuarium ini diperkaya oleh kehidupan laut perairan Jepang dan Samudra Pasifik. Yang menarik disini ada hiu paus, spesies ikan terbesar di dunia.

Kami sampai di Osaka Aquarium Kaiyukan sekitar pk13.00. Karena kami sudah membeli tiketnya online, kami tidak perlu mengantri untuk membeli tiketnya lagi. Kami hanya tinggal mengantri untuk masuk nya saja. Antrian untuk masuk ke dalam Aquarium ini juga luar biasa panjangnya. Ada kali 1 jam antri nya.

I love Osaka Aquarium Kaiyukan!

Begitu kami mau masuk ke dalam, kami hanya tinggal scan barcode dari e-ticket yang telah kami dapatkan. Jadi ga usah print tiket atau tuker dengan tiket fisik lagi. Kami sudah bisa langsung masuk. Oleh karena itu, saya selalu sarankan untuk membeli tiket online. Karena selain bisa hemat waktu, hemat juga uangnya. Biaya masuk ke Aquarium ini lebih mahal kalau on the spot. Saya cek di website nya, harganya itu 2,300 yen (atau sekitar Rp303,600). Waktu itu saya beli online harganya Rp289,600.

Karena ini salah satu aquarium terbesar di dunia, kami menghabiskan waktu sekitar 2 jam 30 menit di dalam aquarium ini. Kami melihat anjing laut, river otter, penguins, hiu paus, singa laut, ikan pari, jelly fish, dan binatang bawah laut lainnya. Ada juga binatang yang saya juga tidak tahu namanya apa, tapi mengingatkan saya pada film Madagascar. Saya paling takjub dengan hiu paus nya. Besar dan panjang sekali si hiu paus ini.

Ouch, so sweet bangettt!

Disini juga kita bisa memberi makan kepada binatang-binatang, bahkan bisa juga memegang mereka. Tapi kalau yang pegang itu, hanya untuk binatang tertentu saja. Ada kolamnya gitu biar kita gampang untuk memegang nya. Saya sendiri memegang sejenis ikan hiu. Rasanya itu agak kasar-kasar gitu.

Kami keluar dari Osaka Aquarium Kaiyukan sekitar pk16.30. Lalu kami mencari makan di dekat situ. Ada semacam mall bernama Tempozan Market Place yang lokasinya disebelah Aquarium Kaiyukan, masih di dalam kompleks itu juga. Di Tempozan Market Place ini ada banyak sekali makanan dan restoran. Walaupun ini mall, tapi suasana di food court nya itu dibuat jadi tradisional Jepang gitu.

Love to stroll around Tempozan Market Place

Setelah keliling-keliling di food court, akhirnya pilihan saya jatuh kepada Omelette Takoyaki. Lalu saya juga membeli es krim yang kelihatannya sangat menarik. Es krim yang bernama Cremia ini punya rasa yang unik-unik, ada Kelp & Soy Sauce, dll. Menu nya sendiri karena memakai bahasa Jepang semua, jadi saya juga tidak tahu ada rasa apa lagi yang unik. Tapi dari foto dan display es krim yang dipajang, saya yakin ini Es Krim nya menarik.

Omelette Takoyaki & Cremia

Saya pun memilih es krim yang direkomendasikan oleh pelayannya saat itu. Entah rasanya apa. Yang jelas itu beneran enaaakkk! Cone nya itu rasanya persis seperti Lidah Kucing, tapi lebih lembut lagi dari Lidah Kucing. Es krim nya juga dicampur dengan bubuk dan rasa apa gitu, enak banget deh pokoknya. 😀 Cremia ini wajib banget dicoba ketika di Jepang. Oishiiii~

Es krim yang wajib dicoba di Jepang: CREMIA

Setelah keluar dari kompleks Aquarium Kaiyukan, di jalan kami menemukan banyak vending machine. Kalau teman saya selalu mencoba minuman yang aneh-aneh, dan rasanya itu tidak enak kebanyakan. Kalau saya sih yang pasti-pasti suka aja, yaitu es krim. Saya pun beli es krim lagi di vending machine. Es krim Glico rasa coklat kacang gitu. Enak juga! 😀

Es Krim Glico dari Vending Machine

Tujuan kami selanjutnya ialah ke Don Quijote. Seperti yang telah kita ketahui, Don Quijote (Donki) itu toko diskon terbesar di Jepang yang buka 24 jam. Don Quijote tersebar di seluruh penjuru Jepang. Kalau di Osaka, Don Quijote yang paling besar itu ada di Dotonbori. Pokoknya kalau ke Jepang mau belanja itu ya ke Don Quijote saja.

Disana harga dasarnya juga sudah murah, ditambah ada diskon tambahan berupa kupon fisik dan kupon digital. Kupon fisiknya sendiri saya dapatkan dari Japan Travel Fair di Jakarta beberapa waktu lalu. Saya juga mendapat kupon fisik Don Quijote dari Passpod, karena saya menyewa modem wifi Jepang dari Passpod. Kupon digital nya Don Quijote juga tersedia di Passpod, bisa diakses disini.

Kupon fisik dan digital nya Don Quijote ini menawarkan 2 macam diskon, yaitu:
1. Diskon 2,000 yen dengan min pembelanjaan 30,000 yen
2. Diskon 500 yen dengan min pembelanjaan 10,000 yen

Waktu itu kami memilih untuk pergi ke Don Quijote yang lokasinya dekat dengan Aquarium Kaiyukan, yaitu Mega Don Quijote Bentencho. Awalnya kami bingung kok depannya ada “Mega” nya, apa bedanya dengan Don Quijote biasa nya. Kami pikir karena “Mega” mungkin lebih besar dan lengkap barangnya.

Eh ternyata pas kami kesana, barang yang saya cari itu tidak ada semua. Disana lebih banyak untuk kebutuhan sehari-hari orang Jepang. Ternyata karena lokasinya yang jauh dari turis, jadi Mega Don Quijote Bentencho itu memang untuk kebutuhan orang Jepang saja.

Akhirnya kami pun ke Don Quijote yang di Namba. Nah, kalau yang di Namba ini kebanyakan barang yang saya cari ada. Cuma sayangnya karena waktu yang terbatas, barang-barang yang ingin saya beli belum sempet dibeli semua. Saya pun menghabiskan sekitar 900an yen untuk belanja malam itu. Andai masih ada waktu untuk belanja, saya jadi bisa memakai kupon fisik nya itu. Tinggal 100 yen lagi padahal, biar bisa dapat diskon 500 yen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here