Day Trip ke Desa Pinggan, Montana Del Cafe, dan Taman Edelweis

0
187

Seperti yang telah kita ketahui, Kintamani saat ini sedang hits di Bali. Biasanya orang-orang mengejar sunrise di Kintamani. Berdasarkan teman lokal di Bali, spot untuk mengejar sunrise di Kintamani itu ada di Desa Pinggan. Karena perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam dari Canggu, harusnya kami berangkat jam 03.00 atau paling lambat jam 03.30. Sunrise di Bali mulai nya jam 05.30. Sama seperti pas aku liat sunrise di Apurva Kempinski Bali.

Desa Pinggan (Pinggan Sunrise Spot)

New item by Jeane Rooseline / Google Photos

Karena kesiangan, kami baru berangkat jam 04.00 dari Canggu. Suasana masih sepi dan gelap. Banyak anjing yang tidur di jalanan, harus hati-hati liat jalannya. Sekitar jam 05.30 itu kami masih di jalan, tapi udah mau sampai sih. Jalanan menuju Desa Pinggan ternyata ngeri banget. Jalanannya kecil, sempit, curam banget, berkelok-kelok tajam, dan ada banyak bus juga. Dan itu jalanan ada yang turun, ada yang naik.

Serem banget kan jalanan 2 arah tapi kondisi nya seperti itu. Ada juga yang lebih parah, jalanan nanjak yg super duper curam dan tajam sekali. Mobil Rocky matic kami saja sampai harus dijadikan manual baru bisa nanjak. Itu juga sempet ada bunyi nya juga, ngeri banget. Kalau mobil nya ga kuat buat road trip, mending jangan kesini sih. Lebih baik ikut tour, atau sewa mobil dan supir saja.

Perjuangan banget buat sampai di Desa Pinggan. Seru sih karena berasa road trip nya banget dan berkesan juga. Karena meskipun jalanannya curam, tapi disuguhi pemandangan yang luar biasa indah. Ada gunung Batur, danau, pemandangan desa juga. Cakep banget deh! 😍 Bener-bener worth it banget perjuangannya.

New item by Jeane Rooseline / Google Photos

Sesampainya di Pinggan Sunrise Spot, waktu sudah menunjukkan pk06.00 waktu setempat. Kami pikir udah kesiangan, eh ternyata begitu sampai sana belum terlalu keliatan sunrise nya. Banyak orang yang standby buat foto sunrise juga. Bahkan ada juga yang prewed disini. Ada yang pakai drone juga. Cuma emang sunrise nya lagi ga begitu keliatan, sepertinya cuaca kurang mendukung.

Montana Del Cafe

New item by Jeane Rooseline / Google Photos

Kintamani punya banyak cafe yang menarik untuk dikunjungi karena langsung menghadap ke pemandangan Gunung Batur. Salah satunya, Montana Del Cafe. Dari Pinggan Sunrise Spot, kami berangkat jam 06.30, sesampainya disana jam 07.00. Pas cafe nya baru buka juga. Meskipun cafe katanya buka jam 07.00, tapi sebelum jam 07.00 itu udah ada orang yang foto-foto di dalam cafe nya.

Emang sih pemandangan dari sini tuh bagus banget. Bahkan aku aja yang datang persis jam 07.00 harus nunggu yang lagi foto-foto. Satu orang bisa lama banget foto-fotonya, demi mendapatkan foto atau video dengan berbagai macam pose. Aku sambil pesan snack dan minuman disini. Hawa nya masih dingin banget, jadi butuh minuman hangat.

New item by Jeane Rooseline / Google Photos

Dari segi pelayanan sih disini ok banget. Waktu itu aku pesan coklat panas, lalu pelayannya sadar kalau ada lalat di cup nya. Eh diganti sendiri sama dia, padahal aku ga ngeh ada lalat. Kalau soal rasa, aku ga bisa komen karena ga pesen makanan. Pemandangannya juga emang bagus banget disini. Ga heran sih kalau cafe ini rame banget.

Highly recommended banget pokonya. Pemandangannya bagus, suasananya enak, pelayanannya juga mantap. Tapi harus pagi-pagi kesini nya. Kalau siang takutnya terlalu ramai jadi ga bisa menikmati suasana nya, dan takut turun hujan juga. Sayang kan kesini jauh-jauh tapi ga keliatan pemandangannya.

New item by Jeane Rooseline / Google Photos

Taman Edelweis

New item by Jeane Rooseline / Google Photos

Taman Edelweis berada di kawasan kaki gunung Agung, daerah Besakih. Tidak terlalu jauh dari Pura Besakih. Akses kesini nya harus nanjak juga, tapi tidak terlalu terjal dan curam seperti ke Desa Pinggan. Jalanannya agak rusak aja sih waktu itu. Untung ga lagi hujan, kalau hujan agak serem juga. Biaya masuknya Rp25.000/orang.

New item by Jeane Rooseline / Google Photos

Dari Montana Del Cafe ke Taman Edelweis ini memakan waktu sekitar 50 menit. Sesampainya di Taman Edelweis, waktu menunjukkan pk09.00 waktu setempat. Karena masih di daerah pegunungan, cuacanya adem banget disini tapi terik juga. Entah aku yang lagi hoki apa gimana, pas aku disini sepi banget. Berasa milik sendiri aja ini tamannya. Jadi puas foto-foto dan video. Banyak spot lucu-lucu gitu. Ada kincir-kincir, ayunan, taman yang luas banget, dan masih banyak lagi.

New item by Jeane Rooseline / Google Photos

Di Taman Edelweis ini sebenernya ga ada bunga Edelweis asli nya, melainkan bunga Kasna yang katanya adalah Edelweis dari Bali. Warnanya sama-sama putih mirip dengan Edelweis. Disini juga ada 2 kawasan gitu, ada yang dibawah dan diatas. Kalau diatas, ada danau nya dan lebih banyak bunga Kasna putih nya. Bener-bener cakep banget ini tempat. Wajib banget sih kesini dan harus pagi-pagi, karena kalau siang takut hujan.

New item by Jeane Rooseline / Google Photos
New item by Jeane Rooseline / Google Photos
New item by Jeane Rooseline / Google Photos

Day Trip ke Desa Pinggan, Montana Del Cafe, dan Taman Edelweis sih jadi salah satu pengalaman honeymoon kami yang ga akan terlupakan. Epic banget perjalanannya dan perjuangannya untuk sampai di tempat-tempat itu, terutama ke Desa Pinggan. Suami aku paling suka yang ke Desa Pinggan itu. Highly recommended banget buat day trip di Bali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here