Shanghai, salah satu kota yang wajib dikunjungi jika kamu pergi ke China. Shanghai ialah kota yang paling modern di China, dan juga paling mahal. Shanghai is truly a city that never sleep!

Ini sebenarnya trip ke Shanghai yang kedua kalinya bagi saya. Dulu saat masih kecil, saya pernah jalan-jalan juga ke Shanghai bersama keluarga. Dan inilah cerita saya ketika saya trip ke Shanghai selama 2 hari 2 malam bersama teman-teman Indonesia dari Beijing.

Suasana di Beijing Nan Station

Waktu itu kami pergi dari Beijing ke Shanghai dengan menggunakan High Speed Train yang paling cepat (Gao Tie 高铁). Dari Beijing Nan Station, kereta berangkat pk 07.00 dan sampai di Shanghai Hongqiao Station pk12.30. Begitu sampai stasiun Shanghai, kami langsung beli tiket Subway Shanghai three-day pass seharga 45 yuan (atau sekitar Rp90.000). Saya pun sudah download aplikasi peta Metro Shanghai di HP Android saya. Aplikasi nya sangat berguna di Shanghai terutama bagi yang sering menggunakan Metro sebagai alat transportasi utama nya.

High Speed Train China 高铁

Sayangnya sih di Shanghai itu tidak ada Travel Pass yang cuma untuk 2 hari, pilihannya 1 hari atau 3 hari. Jadi mau tidak mau saya pilih yang 3 day Travel Pass. Karena kalau saya sih sebenarnya hanya jalan-jalan 2 hari 2 malam saja di Shanghai. Di hari ketiga nya itu, pagi-pagi sekali saya pergi sendirian ke Hangzhou naik kereta. Sementara teman-teman saya yang lain di hari ketiga itu menghabiskan waktu separuh hari di Shanghai lalu langsung pulang lagi ke Beijing. Di Hangzhou sih sudah ada teman lokal China yang menunggu saya disana. Saya memang sudah janjian mau ketemuan sama dia di Hangzhou. Dia juga yang menemani saya jalan-jalan di Suzhou, setelah dari Hangzhou.

Shanghai three-day pass

Setelah itu, kami pun check-in di hotel Jinjiang Inn yang sudah kami booking sebelumnya. Selesai check-in dan beberes, kami langsung melakukan perjalanan di hari pertama kami di Shanghai ini. Berikut ialah jadwal perjalanan / itinerary saya selama 2 hari 2 malam di Shanghai:

Hari pertama:
– Xintiandi
– Nanjing Road

Hari kedua:
– Yuyuan Market / Yuyuan Bazaar
– Central Avenue
– Naik Hop On Hop Off Bus / City Sightseeing Bus & Naik Cruise (Sudah satu paket)
– The Bund
– Naik Cruise di Huangpu River
– Shanghai Oriental Pearl TV Tower

Shanghai bagi saya itu tidak pernah berubah dari dulu, selalu modern dan terkesan mewah&glamour. Apa-apa mahal disana. Kota yang paling besar di China ini juga terkenal sama kehidupan malamnya. Dimana-mana kita bisa melihat bule atau para expatriate. Jika dibandingkan dengan Beijing, kota Shanghai ini jauh lebih menarik terutama bagi turis asing, karena Shanghai itu English friendly dan banyak tempat hiburannya. Sedangkan Beijing, Beijing itu menarik juga sih karena merupakan kota yang modern tapi juga kuno. Jadi kita bisa merasakan perpaduan 2 budaya yang berbeda di Beijing. Tapi Beijing itu tidak terlalu English friendly. Jadi begitu saya sampai di Shanghai dari Beijing, saya sangat merasakan perbedaannya ini.

 

2 COMMENTS

  1. Hi Jeane,
    Boleh tahu apa sajakah yg harus dibawa / diperhatikan kalau mau ke Shanghai di bulan January?
    Terimakasih sharing nya.

    • Halo sorry baru balas.
      Kalau bulan Januari itu dingin di Shanghai. Tapi ga sedingin di daerah China utara.
      Jadi harus siap2 bawa perlengkapan musim dingin aja, misal jaket tebel anti angin, syal, topi, dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here